Rabu, 27 Mei 2026

Pemilu 2024

Hasil Studi Status Kesehatan Jiwa di Pemilu 2024, Ada Risiko Kecemasan dan Depresi yang Meningkat

Setelah selesai penyelenggaraan Pemilu 2024, diketahui prevalensi Kecemasan (anxiety) sedang-berat sebesar 16 persen dan Depresi sebesar 17,1 persen.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
ist
Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa, yang terdiri dari Dr dr Ray Wagiu Basrowi, Prof Dr dr Nila F Moeloek, Prof Dr Tjhin Wiguna, dan Kristin Samah, saat memaparkan hasil studi tentang prevalensi Kecemasan (anxiety) sedang-berat sebesar 16 persen dan Depresi (depression) sebesar 17,1 persen, seusai Pemilu 2024. 

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner GAD-7 dan PHQ-9 untuk mengukur status kesehatan jiwa.

Kuesioner dilengkapi dengan modifikasi peneliti untuk mengukur persepsi tentang Pemilu dan status  demograf.

Selain menemukan tingkat depresi dan ansietas, studi ini juga menemukan bahwa Pemilu 2024 berhubungan erat dengan munculnya konflik diri, konflik external dan tekanan pihak lain dalam membuat pilihan.

Aspek konflik dengan pihak lain terbutki berpotensi menimbulkan depresi sedang-berat pada 31,3 persen responden dengan tingkat risiko 2,5 kali lipat.

Sementara itu 4 dari 10 responden mengaku mendapat tekanan ketika harus memilih calon tertentu akibatnya berisiko depresi sedang-berat hingga 3,3 kali lebih besar.

Studi juga menemukan, sebanyak 40 persen responden mengalami depresi sedang-berat akibat tekanan dalam memilih calon tertentu dengan tingkat risiko hingga 3,3 kali lipat.

Temuan ini penting ditindaklanjuti dengan menggali akar dan sumber konflik yang lahir dari proses Pemilu 2024.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved