Berita Surabaya

Unair dan ITS Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru 2024 Serta Prodi Anyar

Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) kompak menaikkan daya tampung penerimaan mahasiswa baru tahun 2024

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
ist/its.ac.id
Ilustrasi kampus ITS Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua kampus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Surabaya, Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) kompak menaikkan daya tampung penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 ini.

Kualitas program studi (prodi) yang ditingkatkan dengan akreditasi unggul hingga pembukaan prodi baru menjadi daya tarik yang ditawarkan kedua kampus di wilayah Surabaya Timur tersebut.

Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak menyatakan, hampir seluruh prodi di Unair telah terakreditasi unggul dan Unair menyediakan 9.900 kuota mahasiswa di 64 program D3, D4, hingga S1.

Nasih menerangkan, keketatan prodi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak dapat diprediksi.

Menurut Nasih, setiap tahunnya prodi di Unair selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut didasari oleh tingginya peminat dari prodi yang terus berubah-ubah, tidak ada acuan yang pasti untuk keketatan prodi.

“Sebagai contoh, di tahun (2023) lalu prodi A lebih ketat daripada prodi B, di tahun ini bisa saja terbalik. Hal ini memang diluar kendali, selain berusaha dengan keras tak lupa untuk ikhtiar agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan,” imbuh Prof Nasih.

Nasih menegaskan, Unair tidak memiliki kuota khusus untuk SMA/MA dan SMK terbaik untuk dapat lolos pada seleksi perguruan tinggi.

Ia melanjutkan, semuanya akan melalui seleksi yang sama melalui prestasi dan keunggulan dari calon mahasiswa yang mendaftar.

Ia menambahkan, semua sekolah akan melewati proses seleksi yang sama. Setiap tahunnya akan selalu ada perubahan pada jumlah siswa yang diterima di tiap SMA/MA. Hal ini sebagai wujud Unair yang transparan.

“Banyaknya siswa yang diterima itu berfaktor pada mekanisme pasar, perubahan akan terus terjadi tidak ada kuota khusus,” kata Nasih.

Selain menjadi siswa eligible, lanjut Nasih, prestasi siswa menjadi salah satu penilaian pada SNBP.

Penyelenggara lomba menjadi salah salah satu penilaian. Nasih menilai, prestasi bertaraf internasional dan nasional akan menjadi nilai plus bagi calon mahasiswa di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Raihan juara juga menjadi faktor, apakah juara utama atau juara 1 hingga juara 3.

Penambahan prodi juga dilakukan ITS. Kampus tersebut menambah empat prodi baru yang dapat dipilih juga pada SNBP dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 2024.

Direktur Pendidikan ITS, Prof Dr Eng Siti Machmudah ST MEng mengungkapkan, prodi baru tersebut terdiri dari Prodi Sains Data dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD), Prodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC), serta Prodi Kedokteran dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK).

“Sebelumnya tahun 2023 lalu keempat prodi tersebut hanya ada di Seleksi Mandiri, namun saat ini sudah bisa dipilih pada SNBP dan SNBT,” terang perempuan yang kerap disapa Machmudah ini.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved