Berita Lumajang

Harga Beras di Lumajang Mahal, Sekda Malah Mengklaim Masyarakat Tak Persoalkan Karena Faktor Selera

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono menilai lonjakan harga beras masih dalam batas wajar

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Deddy Humana
surya/erwin wicaksono
Proses pengemasan beras di gudang pengepakan beras di Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. 


SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Sudah banyak operasi pasar dan alokasi beras murah dari pemerintah di banyak daerah, tetapi tidak efektif meredam kenaikan harga. Itu juga terjadi di Kabupaten Lumajang yang menjadi daerah dengan harga beras tertinggi ketiga di Jatim akibat lonjakan harga bahan pokok itu.

Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Provinsi Jawa Timur dalam lama websitenya memaparkan, harga beras jenis premium di Lumajang berada di harga Rp 15.833 per KG. Itu adalah harga beras tertinggi ketiga di Jatim setelah Kota Kediri dan Kabupaten Probolinggo.

Sementara untuk beras jenis medium, Lumajang malah menjadi 'juara' karena tertinggi di Jatim yakni Rp 13.633 per KG. Data itu tercatat sampai Jumat (9/2/2024).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono menilai lonjakan harga beras masih dalam batas wajar. "Kabupaten Lumajang hari ini masih masuk di antara 11 wilayah di Jawa Timur yang mengalami trend kenaikan harga. Tetapi itu masih dalam batas kewajaran," kata Agus saat dikonfimasi SURYA.

Menurut Agus, kendati harga sedang tinggi ia mengklaim masyarakat Lumajang tidak masalah ketika harus membeli beras jenis premium lantaran faktor selera. "Masyarakat Lumajang lebih menyukai konsumsi beras premium. Kalau makan beras medium kurang begitu suka," kilahnya.

Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, Agus menduga tingginya harga beras di wilayahnya dipicu faktor cuaca. Saat ini hujan deras hampir setiap hari mengguyur wilayah Lumajang. "Setelah kami diskusikan dengan berbagai komponen, ini berkaitan musim hujan berkepanjangan yang melanda Lumajang. Tentu berdampak pada panen," tuturnya.

Dan ia berharap cuaca segera membaik agar harga beras kembali stabil. Sembari menunggu waktu, operasi pasar bisa jadi solusi. "Mudah-mudahan setelah cuaca bagus sehingga harga bisa stabil lagi. Kami akan terus melakukan operasi pasar," tuturnya.

Kendati kerap memutuskan melakukan operasi pasar, Agus mengaku pihaknya kadang menemukan dilema. "Memang di satu sisi itu operasi pasar dapat membantu daya beli masyarakat. Namun petani juga mengharapkan harga jual yang tinggi. Memang itu sudah menjadi tugas kami menstabilkan," tutupnya

Sementara PJ Bupati Lumajang, Indah Wahyuni menjelaskan bahwa daerahnya mendapatkan alokasi sebesar 975.130 JG Bantuan Pangan Beras tahun 2024, yang akan diberikan kepada 97.513 penerima manfaat.

Setiap penerima akan menerima bantuan sebanyak 10 KG per bulan, dengan tahap I penyaluran berlangsung pada Januari-Maret dan tahap II pada April - Juni 2024.

"Kita membantu agar kebutuhan masyarakat tercukupi, kita harus bisa menekan harga bahan pokok di pasar. Jadi harus ada intervensi dari pemerintah, salah satunya melalui operasi pasar, gelar pangan murah dan bansos seperti ini," bebernya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved