Kamis, 9 April 2026

Berita Jember

Jelang Pemilu 2024, Para Kades di Jember Diperiksa Polisi

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Satreskrim Polres Jember memanggil para Kepala Desa (Kades).

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Imam Nahwawi
Para Kades masuk ke ruang penyidik Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Jember, Senin (5/2/2024). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Satreskrim Polres Jember memanggil para Kepala Desa (Kades).

Terlihat, puluhan petinggi desa ini secara bergantian memasuki ruang Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Jember, Senin (5/2/2024).

Selama menjalani pemeriksaan, para Kades juga didampingi Bandahara Desa saat berada di ruang penyidik Pidsus Satreskrim Polres Jember.

M, seorang Kepala Desa di wilayah Jember utara, mengaku tidak tahu maksud Aparat Penegak Hukum (APH) memanggil para Kades.

"Kurang paham saya, tiba-tiba ada surat panggilan dari polres. Jadi kurang tahu saya," katanya saat diwawancari.

Di surat panggilan ini, dia diminta Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2022. Sebab dokumen tersebut yang diminta penyidik.

"Kalau dokumen yang disuruh bawa, SPJ saja untuk APBDes tahun 2022, tidak ada lagi," ujar M saat ditemui SURYA.CO.ID di depan pintu masuk ruang Pidsus Satreskrim Polres Jember.

Sementara, Kades Pontang Kecamatan Ambulu, Sugiharno mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap tahun.

"Biasa rutin klarifikasi, mengenai laporan dari Inspektorat. Laporan biasa lah," ucapnya usai keluar dari ruang Pidsus Satreskrim Polres Jember.

Sugiharno mengaku, ia diminta membawa SPJ penggunaan APBDes 2023. Sesuai yang diminta dalam surat pemanggilan kepolisian.

"Itu saja yang dibawa. Dan saya hanya setengah jam diperiksa, jadi setengah jam selesai. Saya ditanyai sesuai itu (normatif), nanti yang ditanyai detailnya kan bendaharanya," jelas Sugiharno.

Sementara ini, Kasatreskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz belum bisa dikonfirmasi. Sebab saat SURYA.CO.ID mendatangi ruangannya, pintunya masih tertutup.

"Saya nggak tahu ya, Kasat ada atau tidak. Soalnya saya dari ruang belakang," kata sorang polisi yang baru keluar dari samping kanan ruang Kasat reskrim Polres Jember.

SURYA.CO.ID mencoba menghubungi lewat sambungan telepon, tetapi tidak diangkat. Bahkan pesan singkat via WhatsApp juga belum dibalas hingga berita ini terbit.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved