Berita Probolinggo

Dugaan Penganiayaan Wanita di Probolinggo Selesai Secara Kekeluargaan, Penyebabnya Karena Curiga

Video ini turut diunggah @ndorobei.official yang sudah dibagikan 73 kali, dan mendapat 1.643 tanggapan serta 146 komentar.

istimewa
Cuplikan dari rekaman video berdurasi 16 detik menunjukkan seorang wanita duduk di dalam mobil sambil menangis dan meminta tolong. Video ini viral di media sosial di Kabupaten Probolinggo. 


SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Dugaan penganiayaan yang dialami seorang wanita oleh teman prianya di dalam sebuah mobil di Kabupaten Probolinggo, Senin (291/2024) lalu, sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Itu setelah kedua penumpang mobil Avanza tersebut diperiksa di Polsek Kraksaan tidak lama setelah dihentikan polisi.

Penyelesaian itu merupakan tindak lanjut polisi, setelah mendapat rekaman video yang diposting warga tentang penganiayaan seorang wanita di sebuah mobil di Pantura Probolinggo-Situbondo.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita di Probolinggo menjadi viral di medsos, Selasa (30/1/2024). Dalam video berdurasi 16 detik, seorang wanita yang duduk di dalam mobil sembari menangis dan meminta tolong, jadi perhatian warganet.

Sebagian warga menyebut bahwa wanita dalam rekaman video itu menangis karena diduga dianiaya seorang pria yang juga ada di dalam mobil tersebut.

Video direkam oleh seorang warga, saat mobil Toyota Avanza nopol N 1922 PE menepi di tepi jalur Pantura Probolinggo-Situbondo. Mobil itu ditumpangi seorang wanita berkaus merah muda serta celana hitam yang duduk di sebelah kiri sopir.

Diduga pria yang duduk di belakang kemudi mengetahui ada seorang warga yang merekam dengan kamera ponsel, sehingga ia langsung tancap gas membawa wanita yang diduga jadi korban penganiayaan itu.

Video ini turut diunggah oleh akun Instagram @ndorobei.official yang sudah dibagikan 73 kali, dan mendapat 1.643 tanggapan serta 146 komentar. "Tunggu, tunggu jangan lari. Ini ada kasus penganiayaan. Ini plat nomornya," kata perekam video.

Kanitreskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan, sopir mobil Toyota Avanza merupakan seorang pria berinisial YI asal Kota Probolinggo. Sedangkan wanita yang jadi korban penganiayaan berinisial JA, juga warga Kota Probolinggo. "Berdasar hasil interogasi, keduanya memiliki hubungan," kata Djuwantoro.

Ia menjelaskan, dugaan penganiyaan bermula karena YI kesal JA tidak pernah merespons panggilan teleponnya. Sehingga YI curiga JA menjalin hubungan dengan orang lain.

"Dari situlah, kemudian terjadi cekcok di dalam mobil di wilayah Kecamatan Pajarakan. Hingga akhirnya ketahuan warga dan tancap gas. Kemudian kami amankan di wilayah Kecamatan Kraksaan," tambahnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya memutuskan untuk menghadirkan keluarga kedua belah pihak ke Polsek Kraksaan. Dari sana disepakati dugaan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. "Di tubuh JA memang kami dapati ada lebam-lebam. Namun, sudah diselesaikan secara kekeluargaan," paparnya. ****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved