Rotasi Ketua PWNU Jatim

Searah KH Marzuki Mustamar, Gus Salam Bereaksi Keras Disebut Calon Ketua PWNU Jatim, Ucap Adu Domba

Beredarnya kabar KH Abdussalam Shohib masuk dalam bursa kandidat Ketua PWNU Jatim pengganti KH Marzuki Mustama direaksi keras.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Musahadah
kolase dok.surya.co.id/fikri firmansyah
Gus Salam mereaksi keras kabar dirinya masuk dalam bursa kandidat Ketua PWNU Jatim pengganti KH Marzuki Mustaram. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Beredarnya kabar KH Abdussalam Shohib masuk dalam bursa kandidat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pengganti KH Marzuki Mustamar, dibantah keras kyai yang akrab disapa Gus Salam

Gus Salam yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Risalah Mambaul Maarif Denanyar, Jombang sekaligus cucu dari pendiri NU, Bisri Syansuri menyebut isu itu mengarah ke adu domba. 

"Tidak benar itu. Kabar ini adalah informasi yang mengarah ke adu domba," ujar Gus Salam secara tegas kepada Tribun Jatim Network saat ditelepon via WA, Kamis (4/1/24).

Gus Salam menegaskan, kabar maupun isu tersebut punya tujuan untuk mengadu domba dirinya dengan KH Marzuki Mustamar.

"Iya itu adu domba. Arahnya memang kesana," katanya.

Baca juga: Peluang KH Abdul Hakim Mahfudz Jadi Ketua PWNU Jatim Kian Besar, Gus Kikin Direkom PC Kabupaten/Kota

Ia menegaskan, dirinya akan satu arah dengan Kiai Marzuki.

"Saya ini menilai bahwa pencopotan Kiai Marzuki saja tidak prosedural. Bagaimana mungkin saya malah mau menggantikan beliau. Jadi ini adalah info liar, info adu domba. Dan sekali lagi saya tegaskan, saya selalu satu arah dengan kiai Marzuki," tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan Surya.co.id (Group Tribun Jatim Network) bahwa menurut Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi, salah satu kriteria kandidat Ketua PWNU Jatim nantinya yakni, merupakan pengasuh pesantren asal Jombang serta merupakan pengurus di PWNU maupun PBNU.

"Kandidatnya (Pengasuh pesantren) dari Jombang," kata Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (31/12/23).

Apabila mempertimbangkan kriteria tersebut, maka ada sejumlah nama yang berpeluang dipilih oleh PBNU dalam mengisi posisi tersebut. 

Diantaranya, KH Hasib Wahab Chasbullah, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Abdussalam Shohib, KH Tamim Romli dan KH Ahmad Masruh Ihsan Mahin. 

Seperti diketahui, KH Marzuki Mustamar diberhentikan dari posisi KetuaPWNU Jatim melalui surat nomor 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023 tertanggal 16 Desember 2023.

Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf, Rais Aam KH Miftachul Akhyar, dan Katib Aam KH Akhmad Said Asrori. 

Gus Fahrur mengungkapkan pemberhentian KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim berasal dari usulan Syuriah PWNU Jatim. 

PBNU membantah pencopotan Kiai Marzuki berkaitan dengan tendensi politik jelang kontestasi Pilpres 2024. 

Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi mengungkapkan, usulan dari Syuriah PWNU Jatim itu lantaran Kiai Marzuki dinilai melakukan pelanggaran organisasi.

"Itu usulan dari syuriyah PWNU Jatim , sudah ada beberapa SP sebelumnya," kata Gus Fahrur saat dikonfirmasi dari Surabaya, Kamis (28/12/2023). 

Hanya saja tidak disebut rinci pelanggaran apa yang dilakukan. Gus Fahrur menyebut hal itu menjadi bagian dari mekanisme internal.

"Ada beberapa hal pelanggaran yang mungkin tidak perlu diungkap ke publik , sudah ada peringatan sebelumnya," ungkap Gus Fahrur yang juga Pengasuh Ponpes An-Nur I Bululawang Kabupaten Malang. 

Gus Fahrur pun menegaskan, jika keputusan ini tidak ada kaitan dengan Pilpres 2024. Sebab sebelumnya beredar informasi bahwa pencopotan Kiai Marzuki berkaitan dengan kontestasi pemilihan Presiden. Kiai Marzuki dinilai punya pilihan berbeda mengenai pasangan calon. Namun, Gus Fahrur memastikan hal itu tidak benar. 

"Tidak ada. Bukan soal Pilpres," ungkap Gus Fahrur yang membidangi urusan Keagamaan di PBNU. 

Peluang Gus Kikin Kian Besar

Ketua PBNU Umarsyah menyebut KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berpeluang jadi Ketua PWNU Jatim pengganti KH Marzuki Mustamar.
Ketua PBNU Umarsyah menyebut KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berpeluang jadi Ketua PWNU Jatim pengganti KH Marzuki Mustamar. (kolase surya.co.id)

Peluang KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim pengganti KH Marzuki Mustamar kian besar. 

Hal ini setelah nama pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang yang biasa disapa Gus Kikin ini masuk dalam daftar usulan yang diajukan PWNU Jatim ke PBNU. 

Menurut Ketua PBNU Umarsyah, masuknya nama Gus Kikin merupakan aspirasi dari bawah. 

"Kalau aspirasi dari bawah, Gus Kikin cukup kuat," katanya.

Gus Kikin saat ini menjadi salah satu Ketua PBNU, sama seperti KH Ahmad Fahrur Rozi maupun Umarsyah.

Baca juga: Biodata KH Abdul Hakim Mahfudz Kandidat Ketua PWNU Jatim Pengganti KH Marzuki Mustamar, Ini Trahnya

Kiai yang juga dikenal sebagai pengusaha minyak dan gas bumi tersebut juga memiliki ikatan keluarga dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Tertinggi Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriyah PWNU Jatim saat ini.

Menurut Umarsyah, masuknya nama Gus Kikin tersebut merupa usulan yang datang dari Pengurus Cabang (PC) NU tingkat kabupaten/kota dan beberapa pesantren.

"Seluruh aspirasi ini yang kemudian didengar untuk selanjutnya di-collect," tandas pria yang juga ditugaskan PBNU sebagai Ketua PCNU Surabaya ini.

Selain usulan dari bawah, ada sejumlah kriteria lain yang akan menjadi pertimbangan PBNU. Di antaranya, memiliki kapabilitas sebagai pemimpin organisasi.

"Prinsipnya, bisa menjaga kinerja PBNU dalam melayani umat serta menjalankan peran dan fungsinya. Sehingga, ini memang harus segera diisi," katanya.

Umarsyah menegaskan pengambilan keputusan soal Ketua PWNU Jatim pengganti KH Marzuki Mustamar tak mundur dari jadwal, Rabu (3/1/2024).

Sebab menurutnya, rapat PBNU Rabu kemarin hanya mengagendakan mendengarkan nama yang diusulkan PWNU Jatim.

Usulan tersebut tak lantas diputus di hari yang sama. "Bukan mundur. Memang, yang punya hak untuk memutuskan kan Syuriah (PBNU). Tanfidziah hanya mengusulkan," kata Umarsyah menjelaskan.

"Sehingga, hari ini memang agendanya untuk menerima info, laporan kondisi, termasuk juga kaitannya dengan aspirasi yang masuk. Nah, dari sana kemudian ditampung, dirumuskan dan (keputusan) akan disampaikan melalui rapat gabungan antara Tanfidziah dan Syuriah minggu depan," kata Umarsyah.

Hal serupa diungkapkan Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi yang dihubungi terpisah. 

"Hasil dari pertemuan ini, Ketua PWNU Jatim berasal dari PBNU. Nanti akan ada struktur di PBNU yang akan ditugaskan," kata Ketua PBNU KH Akh Fahrur Rozi dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (3/1/2023).

Ulama yang dikenal dengan panggilan Gus Fahrur tersebut menjelaskan, keputusan ini diambil dengan mendengarkan usulan dari Rois Syruiah PWNU Jatim.

"Ternyata, Syuriah menyerahkan kepada PBNU," kata Gus Fahrur.

Dalam pertemuan tersebut, PBNU lantas menginventarisir sejumlah nama yang berpotensi untuk ditugaskan menjadi Ketua PWNU Jatim. Setelah mendengarkan usulan tersebut selanjutnya PBNU menggelar pembahasan selama sepekan.

"Paling lama dua pekan, sudah ada nama yang akan disampaikan melalui rapat pleno. Juga disertai dengan Surat Keputusan (SK) tentunya," kata Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang Malang ini.

Lantas siapa yang diusulkan dalam pembahasan tersebut? Gus Fahrur menjawab diplomatis sembari melempar candaan. "Ada beberapa usulan. Nama saya juga. Tapi, kalau (nama) saya ada kan bisa jadi (usulan) guyon. He he he," katanya berseloroh disertai tawa.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved