Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jember

Pria Jember Tewas Akibat Berbaring di Atas Rel, Polisi Menduga Sedang Berat Saat KA Melintas

tiga orang teman korban masih dalam kondisi sadar. Sehingga bisa menghindar ketika tahu ada KA Cilacap-Ketapang itu melintas

Tayang:
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
Polsek Kaliwates Jember
Warga berkerumun menyaksikan evaluasi korban kecelakaan kereta api di Kaliwates Jember, Senin (1/1/2024). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kematian Dhiaulbaq Alga Qolbi, warga asal Desa Gebang, Kecamatan Kaliwates yang terlindas kereta api (KA) Wijayakusuma, Senin (1/1/2024) dini hari hampir dipastikan bukan kecelakaan. Dari hasil olah TKP dan keterangan warga, korban dalam kondisi mabuk dan terbaring di atas rel sehingga diterpa KA.

Olah TKP dilakukan di perlintasan KA di area Kecamatan Kaliwates Jember, Senin (1/1/1/2024). Kapolsek Kaliwates, Kompol Mahrobi Hasan menduga, korban yang tertabrak lokomotif jalur KA di KM 194+6/7,petak jalan antara Stasiun Mangli - Jember itu, sedang mabuk berat.

"Sehingga korban tidak mendengar suara suling lokomotif. Saat itu korban bersama tiga orang temannya, karena sudah mabuk berat maka tiduran di situ," kata kapolsek melalui sambungan telepon.

Menurutnya, tiga orang teman korban masih dalam kondisi sadar. Sehingga bisa menghindar ketika tahu ada KA Cilacap-Ketapang itu melintas. "Tetapi kalau korban yang bablas tidur, memang tidak bisa menghindar," kata Mahrobi.

Mahrobi mengungkapkamn ketika insiden kecelakaan itu kondisi rel KA sepi sebab masih dini hari. "Karena kejadiannya pukul 03.30 WIB, bagaimana mau ada orang. Jelas tidak ada orang di situ," tegasnya.

Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember sebelum akhirnya diambil oleh keluarganya.

"Korban dan tiga temannya adalah warga Gebang Kaliwates Jember. Mereka baru berpesta minuman keras saat malam tahun baru," ulas Mahrobi.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengungkapkan bahwa KAI kecewa dengan adanya kecelakaan tersebut, Karena masih adanya warga yang nakal dan mendekat di jalur KA meskipun itu membahayakan nyawanya.

"KAI mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jalur KA sebagai tempat beraktifitas, karena hal tersebut membahayakan diri sendiri dan perjalanan KA,” ujar Cahyo. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved