Berita Gresik

Pemkab Gresik Gandeng Fakultas Kedokteran Unair Tekan Stunting di Pulau Bawean

Pemkab Gresik menggandeng Universitas Airlangga (Unair) untuk menekan angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi di Pulau Bawean Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Gresik
Wabup Gresik Aminatun Habibah bersama FK Unair. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemkab Gresik menggandeng Universitas Airlangga (Unair) untuk menekan angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi di Pulau Bawean Gresik.

Caranya, tenaga kesehatan yang berada di Pulau Bawean, mendapatkan ilmu dalam peningkatan kapasitas Pelayanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Tujuannya jelas, yakni untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam penanganan kedaruratan yang mengancam jiwa secara umum, pada ibu dan bayi.

Hal ini sangat penting, lantaran penanganan dalam kondisi gawat darurat merupakan salah satu pelayanan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kecermatan dalam pelaksanaannya untuk mencegah kematian maupun kecacatan yang dapat dialami oleh ibu dan bayi.

Karenanya diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, penanganan kegawatdaruratan bagi ibu dan anak menjadi pelayanan yang penting dalam layanan kesehatan. Wabup juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang bermuara pada kesehatan masyarakat.

"Kami pemerintah Kabupaten Gresik tidak pernah main-main dengan yang namanya kesehatan masyarakat. Dengan adanya peningkatan kapasitas semacam ini, saya harap penanganan kegawatdaruratan sebisa mungkin dilakukan penanganan cukup di Bawean," ujarnya, Senin (16/10/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menambahkan dengan diikuti oleh semua ekosistem kesehatan di Bawean mulai dari RSUD Umar Mas'ud, Puskesmas (Puskesmas Tambak dan Sangkapura), hingga klinik yang ada di Bawean menunjukkan komitmen bersama dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan FK Unair semacam ini, kita berharap AKI, AKB, dan prevalensi stunting di Kabupaten Gresik khususnya di Bawean bisa makin ditekan," ujar dr. Khusnah.

Sebagai informasi, kegawatdaruratan maternal merupakan kejadian berbahaya yang dapat mengancam jiwa akibat dari masalah kehamilan, persalinan, atau nifas. Contohnya adalah perdarahan, atau hipertensi pada kehamilan.

Sedangkan kegawatdaruratan neonatal merupakan kejadian yang mengancam jiwa bayi baru lahir usia 0-28 hari. Kasus kegawatdaruratan neonatal dapat berupa Asfiksia (Bayi lahir sesak/tidak menangis), atau Berat Badan bayi Lahir Rendah (BBLR).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved