Berita Situbondo

Satlantas Polres Situbondo Tilang 1881 Kendaraan Selama Operasi Zebra Semeru 2023

Sebanyak 1881 kendraaan ditilang selama Operasi Zebra Semeru 2023 Polres Situbondo.

Penulis: Izi Hartono | Editor: irwan sy
izi hartono/surya.co.id
Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Suwarno. 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Sebanyak 1881 kendraaan ditilang selama Operasi Zebra Semeru 2023 Polres Situbondo.

Para pelanggar tersebut diberi sanksi peniilangan secara manual dan Etle Mobile, sementara 7372 pengendara dikenakan sangsi teguran.

Pelanggaran lalu-lintas didominasi pengendara yang tidak mengenakam helem dan melawan arus.

Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Suwarno mengatakan, dalam minggu pertama operasi Zebra Semeru, adanya sebannyak 129 kendaraan yang ditilang manual dan 390 kendaraan terjaring tilang menggunakan Etle Mobile.

Sedangkan pada minggu kedua, kata AKP Suwarno, pihaknya telah menilang sebanyak 312 manual dan 1050 Etle Mobile pelanggar lalu lintas di wilayah Situbondo.

"Total kendaraan yang kita tindak, baik manual dan Etle Mobilr seluruhnya berjumlah 1881 kendaraan," ujarnya.

Menururnya, pihak lantas meraih tingkat 12 teguran presisi se Jawa Timur.

Presisi itu, sambungnya, memberikan teguran kepada pelanggar secara eletronik.

"Jika Satu kali diperingatkan dan nopol dan pemilik kendaraanya difoto. Tapi jika mengulangi melanggar pasti kita tindak," katanya.

Dengan memasukan data pelanggar.secara eletronik, lanjutnya, maka tidak mungkin ada rekayasa dan pembohongan data serta dipastikan akurat.

Dikatakan, tujuan operasi Zebra ini untuk memberikan kesadaran hukum dan mentaati berlalu-lintas di jalan kepada masyarakat serta terciptanya Kamtiblancar yang aman dan nyaman.

"Untuk menekan pelanggaran, upaya kita memberikan sosialisasi keselamatan di jalan ke sekolah dan pesantren, mulai tingkat TK hingga SMA dan perusahaan," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan operasi secara mobiling di jam padat kendaraan padat atau ramai, terutama pada saat jam masuk dan pulangĀ  kerja guna mencegah terjadinya kecelakaan.

"Khususnya yang kita pantau dijalur yang rawan kecelakaan," tukasnya.

Saat ditanya banyak pengendara tidak menggunakan helem, Suwarno menegaskan, pihaknya melakukam tegura presisi agar supaya simpatik.


"Ya kalau ditemukan tidak gunakan helem lagi, kita akan tindak," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved