Berita Kota Kediri
Kota Kediri Menuntaskan Stunting, Dengan 8 Aksi
Namun mengalami penurunan secara signifikan di tahun 2022 dan menurun lagi di tahun 2023 hingga mencapai 6,96 persen
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
Aksi kelima, tim pendamping kelurahan, di mana Kota Kediri memiliki 663 TPK yang tersebar di 3 kecamatan yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader KB dan Tim Penggerak PKK. "Hasil yang telah dicapai pada aksi kelima pendampingan pada 248 calon pengantin, 1.848 ibu hamil, 1.333 ibu nifas dan 2.713 baduta serta balita sampai dengan bulan Mei 2023,” ujarnya.
Pemkot Kediri juga memiliki sekolah orang tua hebat, mengingat stunting beberapa faktor yang mempengaruhi tidak hanya terkait dengan kemiskinan namun juga pola asuh, maka di Pemkot Kediri ada program Sekolah Orang Tuan Hebat (SOTH).
"Di awal tahun 2022 dengan 2 kelas hingga di tahun ini ada 22 kelas dan rencananya 2024 mendatang ada 69 kelas,” jelasnya.
Diungkapkan, Pemkot Kediri memiliki 470 kader kelurahan siaga di 46 Kelurahan se-Kota Kediri. Tugas kader ini untuk mempromosikan kesehatan masyarakat yang dihadapi di wilayahnya. Sedangkan untuk segmen remaja, telah memiliki 92 duta genre stunting, yang bertugas sebagai pendidik sebaya tentang edukasi gizi dan kesehatan reproduksi di tingkat kelurahan.
Sedangkan aksi keenam manajemen data Pemkot Kediri telah memiliki program Pemantauan Ekohort Ibu dan Anak serta siklus kehidupan realtime (PAPA ASIK) yang bisa di download melalui playstore atau diakses website.
“Dengan adanya aplikasi ini kondisi ibu hamil bisa terekam, apabila didalam rekaman ibu hamil beresiko rendah akan diberikan tablet penambah darah, multivitamin, asam folat dan lainnya," jelasnya.
Aksi ketujuh adalah pengukuran dan publikasi. Jika dilihat dari prevalensi stunting pada 2018 sampai 2023 sempat mengalami kenaikan di tahun 2020 dan 2021 karena kondisi Covid 19.
Namun mengalami penurunan secara signifikan di tahun 2022 dan menurun lagi di tahun 2023 hingga mencapai 6,96 persen. “Jumlah balita stunting juga mengalami penurunan, di tahun 2022 ada 941 balita dan di tahun 2023 turun menjadi 778 balita,” ujarnya.
Untuk aksi kedelapan adalah kinerja tahunan evaluasi anggaran penurunan stunting tahun 2023. Anggaran program penanganan stunting terbagi di program unggulan OPD dan Prodamas, di mana pada salah satu program unggulan Wal Kkota Kediri ini salah satu fokusnya adalah penanganan stunting. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/8-cara-tekan-stunting-Kota-Kediri.jpg)