SOSOK Sopir dan Kernet Truk Tronton Ditabrak KA Brantas di Semarang Misterius, Ini Nasib Masinisnya

Sosok sopir dan kernet truk tronton yang mogok diatas rel kereta api hingga tertabrak KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar, misterius.

Editor: Musahadah
kolase CCTV/tiktok/istimewa
Detik-detik kecelakaan KA Brantas dan truk tronton di Semarang. Sopir dan kernet misterius, begini nasib masinisnya! 

SURYA.CO.ID - Sosok sopir dan kernet truk tronton yang mogok diatas rel kereta api hingga tertabrak KA Brantas relasi Pasar Senen - Blitar di Jalan Madukoro, Kota Semarang, Jawa Tengah hingga kini masih misterius. 

Setelah tabrakan terjadi, sopir dan kernet truk tak ditemukan keberadaannya. 

Dalam video rekaman CCTV yang beredar, tampak sopir sudah keluar dari kabin truk sebelum kecelakaan terjadi.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Iqbal Alqudusy mengatakan, sampai saat ini petugas kepolisian sedang mencari sopir dan kernet yang terlibat kecelakaan itu.

"Upaya tindak lanjut mencari sopir dan kernet truk kontainer yang belum ditemukan," jelasnya saat dihubungi, Selasa (18/7/2023). 

Baca juga: Truk Tronton Hantam KA Brantas Antara Stasiun Jerakah – Semarang Poncol, Perjalanan Terganggu

Dia menjelaskan, saat ini Polda Jateng menurunkan tim TAA (Traffic Accident Analysis) Ditlantas Polda Jateng untuk mengetahui detail penyebab kecelakaan yang melibatkan kereta dan truk tronton tersebut. 

"Petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan," kata dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan kereta api terjadi di JPL 6 Km 1+523 petak Jalan Jerakah-Semarang Poncol atau di jalur perlintasan Jalan Madukoro Raya Semarang pada Selasa (18/7/2023) sekira pukul 19.32.

KA Brantas yang membawa sekira 615 penumpang menabrak truk kontainer tak bermuatan yang mengalami mogok di jalur tersebut.

Akibatnya, tabrakan pun tak bisa dihindari, bahkan lokomotif KA Brantas sempat terbakar.

Setidaknya 9 perjalanan kereta api terimbas akibat kecelakaan KA Brantas yang menghantam truk tronton di palang pintu Jalan Madukoro Raya, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada Selasa (18/7/2023) malam.

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Ixfan Hendri Wintoko menyebut, pada Selasa (18/7/2023) sekira pukul 19.32 terjadi temperan antara KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar dengan truk tronton di JPL 6 Km 1+523 petak Jalan Jerakah-Semarang Poncol.

Akibat kecelakaan itu, kata Ixfan, lokomotif KA Brantas terbakar dan 2 jalur KA tidak bisa dilalui.

"Ada 9 perjalanan KA penumpang yang terpaksa mengalami keterlambatan pasca kecelakaan KA Brantas tersebut."

"Utamanya adalah laju KA Brantas yang mengalami kecelakaan."

 "Laju KA tersebut terlambat hingga selama 87 menit," kata Ixfan melalui keterangan yang disampaikan kepada Tribunjateng.com, Selasa (18/7/2023) petang.

Adapun 8 KA lain yang terimbas, lanjutnya, adalah KA Kamandaka selama 66 menit, 80 menit untuk KA Kaligung, KA Brantas (relasi dari wilayah timur) selama 26 menit, KA Gumarang selama 55 menit.

"KA Kertajaya selama 27 menit, KA Argo Merbabu 47 menit, KA Joglosemarkerto 14 menit, dan KA Brawijaya 6 menit," jelasnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun meminta maaf. 

Nasib Masinis

Di bagian lain, nasib masinis dan asisten masinis KA 112 Brantas akhirnya terungkap. 

Sempat beredar kabar, saat kejadian, masinis KA tersebut langsung melompat ke sungai.

Masinis berenang ke sisi barat sungai, sedangkan asisten masinis ke sisi timur sungai.

Namun, kabar itu dibantah Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Ixfan Hendri Wintoko.

Dia mengatakan, masinis dan asisten masinis KA Brantas tidak terjun ke sungai. 

Selepas kecelakaan mereka dibawa ke klinik kesehatan untuk diperiksa secara menyeluruh, baik fisik maupun psikis.

"Tidak benar (masinis dan asisten terjun ke sungai)," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/7/2023).

Pihaknya juga menunjukkan foto dua orang (masinis dan asisten masinis) tersebut dalam kondisi kering.

"Misal terjun ke sungai pasti basah semua," katanya.

Masinis dan asisten masinis KA Brantas tersebut sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Mereka dinyatakan fisik tak alami luka.

"Secara psikologis, mereka diminta untuk istirahat total."

 "Mereka masih syok," ujarnya.

Terjadi di Malam Satu Suro

Insiden kecelakaan antara kereta api  dan kontainer yang mogok di rel yang ada di perlintasan Jalan Madukoro Raya, Krobokan, Semarang, Selasa (18/7) malam menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Terlebih insiden ini terjadi saat malam 1 Suro yang berdasar penanggalan masehi memang jatuh pada Selasa (18/7) malam ini. 

Dari pantauan Tribun Jateng di media sosial, warganet merespon beragam insiden ini.

Ada yang menghubungkan insiden ini dengan malam 1 Suro. Terlebih dalam pandangan Jawa, malam 1 Suro memang dinilai sakral. 

"Malam 1 Suro minta darah," tulis Trias Saputra.

"Ya emang malam 1 Suro bagi orang Jawa itu malam sakral," tulis Arifin Mania.

"Owh Iya ini bulan Suro ya lupa saya," timpal Andini Septiana.

"Malem Suro lur, ati2 yen metu2, jolali ndungo," tutur warganet lainnya, Yu Lam Minna. 

Namun ada juga warganet yang berpandangan sebaliknya.

Kubu ini menilai kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan tak ada hubungannya dengan malam 1 Suro.

"Suro minta darah = pemikiran nenek moyang = pembodohan," tulis The Slayer.

"Gak ada hubungannya dengan 1 Suro namanya celaka mah yaudah celaka aja, qodarullah," tulis Shintasun.

"Yang punya mata batin ada yang melihat penampakan?" tulis Alfin 27 Official. 

Ada juga warganet yang memberi kesaksian jika kecelakaan di lokasi itu bukan kali ini saja.

Sebab sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan antara kereta api dan angkot di lokasi yang sama.

"Saya sebagai warga Semarang tahu, dulu ada kereta api tabrak angkot. Angkotnya hancur," tulisnya.

Cerita Penumpang

Kecelakaan kereta api (KA) Brantas menghantam truk tronton di palang pintu Madukoro Raya, Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa (18/7/2023) terjadi sekira pukul 19.31.

Penumpang kereta Suharyono, (35) mengatakan, sebelum  kecelakaan kereta tiba-tiba melakukan pengereman mendadak.

Kereta itu melakukan perjalanan dari dari Pasar Senen ke Blitar. 

"Kaget saya, tak kira ada apa. Ternyata nabrak truk," jelas warga Kediri itu. 

Perjalanan kereta api alami keterlambatan imbas dari kecelakaan kereta api versus truk tronton di palang pintu Madukoro Raya ,Selasa (18/7/2023) sekira pukul 19.31 WIB.

Total ada enam keterlambatan kereta api yang seharusnya dilakukan pada malam ini.

"Iya ada enam keterlambatan perjalanan kereta api," Ucap Manager Humas PT Kereta DAOP 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko.

Enam keterlambatan tersebut masing-masing  KA Brantas , KA kamandakan, KA kaligung,KA Brantas dari arah  Blitar- pasar Senen  KA Gumarang,KA Kertajaya.

"Yang sudah terlanjur perjalan ditarik ke Jrakah kembali. Penumpang yang alami kecelakaan ini dipindahkan ke kereta lainnya," sambungnya.

Pihaknya kini sedang melakukan evakuasi jalur sehingga jalur hulu dan hilir bisa dilakukan penormalan kembali.

"Kereta yang alami kecelakaan ada rangkaian gerbont 1 eksekutif dan 6 gerbong ekonomi," paparnya. (tribun jateng/kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Begini Nasib Masinis KA Brantas Pasca Hantam Tronton di Madukoro Semarang, Lokomotif Sempat Terbakar

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved