Ibadah Haji 2023
Ada Jalur Cepat Lansia dan Mockup Pesawat di Embarkasi atau Debarkasi untuk Layani Jemaah
Keberangkatan dan kedatangan jemaah haji Indonesia dilakukan melalui 14 Embarkasi dan Debarkasi di Tanah Air.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MADINAH - Keberangkatan dan kedatangan jemaah haji Indonesia dilakukan melalui 14 Embarkasi dan Debarkasi di Tanah Air.
Layanan jemaah di embarkasi/debarkasi melibatkan sejumlah stakeholders di antaranya Kementerian Kesehatan, Imigrasi, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya.
“Selain fasilitas dan infrastruktur penunjang operasional haji, sejumlah embarkasi/debarkasi memiliki layanan dan fasilitas yang mendukung kegiatan manasik dan layanan inovatif bagi jemaah khususnya jemaah lanjut usia,” kata Dodo, Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat.
Baca juga: Suharja Jamaah Haji yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia, Tak Pakai Gelang Identitas
Dikatakan Dodo, untuk memudahkan proses layanan jemaah lanjut usia (lansia), debarkasi Palembang menyediakan layanan khusus untuk jemaah haji lansia.
Mereka, lanjut Dodo, akan mendapatkan layanan fast track atau jalur cepat saat berangkat dan tiba di Tanah Air.
Layanan fast track dilakukan satuan tugas dengan melibatkan sejumlah instansi seperti Kementerian Kesehatan dan personil dari Kementerian Agama yang memiliki kemampuan secara fisik, komunikasi, dan emosi yang direkrut untuk melayani jemaah lansia.
“Satgas sejenis juga dibentuk embarkasi/debarkasi lainnya,” ujar Dodo.
Baca juga: Petugas KKHI Makkah Evakuasi 11 Jemaah Haji Indonesia yang Sakit ke Madinah
Selanjutnya, ujar Dodo, untuk menunjang kegiatan manasik jemaah, selain materi tentang fiqih haji, sejumlah embarkasi/debarkasi memiliki mockup pesawat.
Dodo mencontohkan Debarkasi Sudiang Makassar yang memiliki mockup (maket) atau replika pesawat yang dibuat mirip dengan rancangan dan ukuran pesawat aslinya, yaitu pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 777-300-IIR dengan kapasitas 90 tempat duduk.
“Mockup serupa dimiliki embarkasi/debarkasi Palembang,” tuturnya.
Di mockup pesawat ini, jelas Dodo, jemaah akan diajarkan bagaimana memahami perangkat keselamatan di pesawat, bagaimana penggunaan toilet, serta bagaimana cara tayamum di pesawat dan lain sebagainya.
Baca juga: Tim Kembali Turun ke Armuzna Cari Dua Jemaah yang Masih Hilang saat Puncak Haji
Mockup pesawat tersebut dimaksimalkan sebagai media bimbingan manasik, dan diharapkan jemaah sudah familiar dan tidak banyak kendala lagi ketika berada di dalam pesawat saat perjalanan ke Tanah Suci.
“Terlebih sebagian besar jemaah belum pernah bepergian menggunakan pesawat,” terangnya.
Pada fase kepulangan jemaah, ia menyampaikan, hingga tanggal 15 Juli 2023 pukul 24.00 WIB jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 77.657 orang, tergabung dalam 202 kelompok terbang (kloter).
“Hari ini, 16 Juli 2023 jemaah gelombang I yang diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah berjumlah 7.628 jemaah atau 20 kloter,” katanya.
“Jumlah jemaah Gelombang II yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 7.979 orang tergabung dalam 21 kloter,” tambahnya.
Ibadah Haji 2023, Bandara Juanda Sukses Layani 88 Kloter Haji dari Jawa Timur |
![]() |
---|
Sosok Emil Salim Petugas PPIH Arab Saudi : Harus Bangkit Demi Tugas Negara di Tengah Kabar Duka |
![]() |
---|
Ibadah Haji 2023, Indonesia Berhasil Pertahankan Penghargaan dari Pemerintah Arab Saudi |
![]() |
---|
Sosok Rahmawati Putri Agustin, Jalan 18,6 Kilometer Keliling Masjid Nabawi Antar Jemaah Tersesat |
![]() |
---|
Sosok Nuari Azizah, Petugas PPIH Arab Saudi : Selalu Gemati Jadi Kunci Layani Jemaah Haji |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.