Berita Viral

Viral Warganet Curhat Takut HIV gegara Sering Muncul Bercak Merah di Badan, Begini Penjelasan Dokter

Viral seorang warganet yang curhat takut terinfeksi HIV gara-gara muncul bercak merah di tubuhnya. Begini penjelasan dari dokter.

Twitter/tanyakanrl
Warganet curhat takut terinfeksi HIV gara-gara sering muncul ruam merah di tubuh 

SURYA.CO.ID - Seorang warganet curhat dirinya khawatir terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kekhawatiran warganet akan terinfeksi HIV itu dipicu bercak merah yang muncul di tubuhnya.

Warganet itu mengatakan bahwa bercak merah tersebut sering kali muncul di badan.

Hal itu membuatnya takut. Ia khawatir terjangkit HIV.

Warganet itu membagikan curhatannya di akun menfess Twitter @tanyakanrl.

"Guys sering banget muncul bercak merah gini di badan aku, tapi itu ga gatel. Ada yg tau ga ya kenapa? takut tanda-tanda hiv," tanya pengirim.

Ia juga turut memperlihatkan area tubuh di mana tengah muncul bercak-bercak berwarna merah.

Cuitan yang diunggah pada Senin (10/7/2023) itu hingga Jumat (14/7/2023), telah menuai 190,1 ribu tayangan.

Bahkan juga di-repost oleh akun lain salah satunya @infotwitwor_ hingga disukai lebih dari 12 ribu akun.

Lantas, apakah benar ruam berawrna merah adalah pertanda HIV?

Atas cuitan tersebut, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin buka suara. 

Penjelasan Dokter

Dilansir Surya.co.id dari Kompas.com, dokter spesialis kulit dan kelamin dr Dedianto Hidajat tidak membenarkan bahwa gejala ruam warna merah seperti di unggahan tersebut adalah gejala HIV.

"Tidak (bercak merah bukan berarti HIV)," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/7/2023).

Pihaknya menjelaskan, ruam merah pada kulit bisa menjadi tanda banyak sekali jenis penyakit kulit sehingga tidak spesifik untuk tanda HIV.

Menurut Dedi, ruam warna merah pada pasien yang terinfeksi HIV justru kadang tidak muncul secara spesifik.

"Untuk mengetahui seseorang mengidap HIV tentu saja harus dilihat apakah punya riwayat risiko tinggi terpapar virus HIV," ujarnya.

Munculnya gejala HIV dapat bervariasi, tergantung pada fase infeksi.

Ilustrasi HIV dan AIDS
Ilustrasi HIV dan AIDS (Freepik)

Gejala Infeksi Primer (HIV Akut)

Beberapa orang yang terinfeksi HIV bergejala seperti flu dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Penyakit ini, yang dikenal sebagai infeksi HIV primer (akut) , dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Sejumlah tanda dan gejala HIV di antaranya:

- Demam

- Sakit kepala

- Nyeri otot dan nyeri sendi

- Ruam pada kulit

- Sakit tenggorokan dan sariawan yang menyakitkan

- Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher

- Diare

- Penurunan berat badan

- Batuk

- Keringat malam

Gejala-gejala ini bisa sangat ringan sehingga dan pasien mungkin tidak menyadarinya.

Namun, jumlah virus dalam aliran darah penderita (viral load) cukup tinggi saat ini.

Akibatnya, infeksi menyebar lebih mudah selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya.

Ilustrasi HIV dan AIDS
Ilustrasi HIV dan AIDS (Freepik)

Gejala Infeksi Laten Klinis (HIV Kronis)

Pada tahap infeksi ini, HIV masih ada di dalam tubuh dan di sel darah putih.

Namun, banyak orang mungkin tidak memiliki gejala atau infeksi selama waktu ini.

Tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan jika penderita tidak menerima terapi antiretroviral (ART).

Beberapa orang mengembangkan penyakit yang lebih parah lebih cepat.

Infeksi HIV simtomatik Pada masa ini, virus terus berkembang biak dan menghancurkan sel-sel kekebalan, sel-sel dalam tubuh yang membantu melawan penyakit.

Oleh karena itu, penderita mungkin mengalami infeksi ringan atau tanda dan gejala kronis seperti:

- Demam

- Kelelahan

- Pembengkakan kelenjar getah bening – seringkali merupakan salah satu tanda pertama infeksi HIV

- Diare

- Penurunan berat badan

- Infeksi jamur mulut (sariawan)

- Herpes zoster (herpes zoster)

- Radang paru-paru.

Ilustrasi pemeriksaan HIV/AIDS
Ilustrasi pemeriksaan HIV/AIDS (Shutterstock by ESB Professional)

Faktor Risiko HIV

Dedi menjelaskan terdapat sejumlah faktor risiko seseorang terinfeksi HIV, di antaranya: 

- Seseorang dengan perilaku seks yang tidak aman,

- Penggunaan jarum suntik bersama dan tidak steril,

- Ibu hamil yang tertular HIV dari suaminya,

- Tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah resiko tinggi.

Untuk memastikan apakah seseorang terkena HIV harus dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan atau tes laboratorium.

Terkait bercak merah dalam unggahan viral, guna memastikan penyebabnya, tidak bisa hanya berdasarkan dari gambar yang terlihat saja.

"Ada 3.000 lebih jenis penyakit kulit dengan tampilan 'bercak merah'," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menambahkan untuk menetapkan diagnosa maka perlu tahu juga riwayat perjalanan penyakit, gambar dari zoom in zoom out dari berbagai aspek kiri kanan serta berbagai faktor lainnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved