Ibadah Haji 2023

Masuk Madinah, Jemaah Haji yang Pernah Nyasar di Mekkah Diberi Perhatian Khusus

Cuaca di Madinah kian hari semakin panas. Suhu sempat menembus 48 derajat celsius. Diperkirakan suhu ke depan akan terus naik.

|
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Eko Darmoko
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Jemaah haji memadati Masjid Nabawi, Arab Saudi. 

SURYA.CO.ID, MADINAH - Cuaca di Madinah kian hari semakin panas. Suhu sempat menembus 48 derajat celsius. Diperkirakan suhu ke depan akan terus naik.

Sementara, jemaah haji 2023 asal Indonesia yang memasuki Madinah dari Mekkah terus mengalir.

Petugas dari layanan bimbingan ibadah terus mensosialisasikan akan pentingnya jemaah haji lansia dan risiko tinggi untuk tidak memaksakan diri keluar hotel menuju Masjid Nabawi atau berziarah ke berbagai lokasi.

"Informasi yang kami terima, cuaca Madinah diperkiraakan semakin naik. Ini tentu menjadi perhatian khusus petugas PPIH Daker Madinah."

"Kami dari layanan bimbingan ibadah terus menyampaikan ke seluruh petugas Bimbad sektor dan konsultan ibadah sektor, untuk sosialisasi agar jemaah jangan memaksakan melaksanakan ibadah sunah yang menimbulkan efek terhadap fisiknya," papar Yendra Al Hamidy, Kasi Bimbingan Ibadah Daker Madinah.

Dampak fisik, lanjutnya, adalah mempengaruhi kesehatan jemaah haji. Ditambahkan Yendra, langkah lain adalah sosialisasi bahwa ke raudhah diprioritaskan bagi jemaah yang sehat atau tidak risiko tinggi.

"Masuk ke raudhah harus antre. Dan antrenya dua jam sebelum masuk sudah harus siap. Kalau siang, cuaca panas, menunggu lama. Ini jadi perhatian layanan Bimbad. Kecuali, ada yang mendampingi," tambahnya.

Bagi lansia, jemaah haji tidak sehat, dan berisiko tinggi disarankan beribadah dan berdzikir di hotel. Yendra juga menyarankan jemaah haji tidak memforsir tenaga dengan ziarah ke berbagai lokasi.

Bagaimana jika ada lansia yang tetap ingin ke raudhah? Dia menyebut salah satu solusinya dikondisikan tidak siang hari. Juga, bisa dimasukkan ke rombongan lain.

"Dan ada yang mendampingi. Ini semua dituntut koordinasi luar biasa petugas kloter dengan Bimbad sektor," jelas Yendra.

Terkait langkah antisipasi jemaah nyasar atau bahkan hilang, Yendra menegaskan hal itu menjadi atensi semua petugas haji.

“Bagi yang sudah terindikasi di Makkah sering nyasar, pernah hilang, akan menjadi pehatian khusus semua elemen layanan petugas daker, sektor, kloter, semua unsur. Kan di kloter sudah terdeteksi siapa yang pernah nyasar, harus dipantau dan memberikan arahan serta perhatian khusus," papar Yendra.

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved