Berita Lamongan
Lamongan Green and Clean Jadi Rezeki Nomplok Bagi Penjual Bunga, Ini yang Banyak Diburu
Larisnya penjualan tanaman bunga hias tersebut, lantaran Lamongan Green and Clean Reborn ini tidak hanya terpusat di kota
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Seiring telah dilaunchingnya Lamongan Green and Clean Reborn pasca pandemi Covid-19, membawa dampak pada para penjual bunga di Lamongan.
Tak hanya sentra bunga di Jalan Soemargo, Simpang Kusuma Bangsa Kota Lamongan, para penjual bunga di tingkat kecamatan dan di desa ketiban rezeki nomplok.
Beragam jenis bunga yang digelar para penjual, termasuk bunga bugenvil juga laris manis.
Larisnya penjualan tanaman bunga hias tersebut, lantaran Lamongan Green and Clean Reborn ini tidak hanya terpusat di kota, namun sampai ke desa pelosok kecamatan.
Penjual dan pembudidaya bunga bugenvil, Sujadi (41) warga Dumpi Agung Kecamatan Mantup, ikut menikmati hasil adanya program Lamongan Green and Clean Reborn yang dilaunching Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi pada Senin (5/6/2023) di GOR.
Baca juga: Gus Zainul Apresiasi Polres Lamongan yang Bangun Ponten di Area Makam Sunan Drajat
Baca juga: Lapak-Lapak Hewan Kurban Mulai Menjamur di Lamongan, Kambing Etawa Jadi Favorit
Lamongan Green and Clean Reborn ini ada penilaian dan akan dilombakan.
Sehingga setiap RT beradu hijau dan bersih dalam semangat baru setelah pandemi Covid-19.
Sujadi sukses meraup untung hingga puluhan juta rupiah dari bisnis budidaya bugenvil dan berjualan beragam bunga.
"Ada Lamongan Green and Clean Reborn ini sangat berpengaruh besar pada penjualan bunga di tempat saya," kata Sujadi kepada Surya.co.id, Selasa (20/6/2023).
Bunga kertas atau bougenville cukup populer bagi pecinta tanaman hias.
Bunga ini memiliki pohon yang kecil namun bisa tumbuh rimbun di tempat yang gersang sekalipun.
"Yang beli banyak juga untuk Lamongan Green and Clean Reborn," katanya.
Daya tarik tanaman ini ada di seludang bunga dengan corak warna cerah dan beragam.
Makanya banyak masyarakat yang tertarik menanam dan membudidayakannya.
Sujadi juga menyuguhkan stok bugenvil impor. Sedang pada pandemi Covid-19, Sujadi yang juga hobi bercocok tanam ini melihat peluang budidaya bunga kertas meskipun saat itu dirinya hanya iseng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Lamongan-Green-and-Clean-dilaunching-Selasa-2062023.jpg)