Haji 2023

KKHI Daker Madinah Kembali Evakuasi Jemaah Haji Indonesia yang Sakit ke Makkah

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah kembali mengevakuasi jemaah haji Indonesia yang sakit ke Makkah untuk persiapan puncak haji.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Proses evakuasi jemaah haji Indonesia yang sakit dari Madinah ke Makkah. 

SURYA.CO.ID, MADINAH - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah kembali mengevakuasi jemaah haji Indonesia yang sakit ke Makkah untuk persiapan puncak haji.

Evakuasi dilakukan secara bertahap sampai dengan hari terakhir jemaah di Madinah. Sejauh ini, sudah ada 18 jemaah haji Indonesia yang sudah dievakuasi.

Penanggung Jawab Evakuasi Jemaah Haji KKHI Daker Madinah, Rikho Ade Putera menyebut, masih ada 13 orang jemaah yang perlu dievakuasi, termasuk hari ini.

Menurut Rikho, saat ini masih ada jemaah haji yang dirawat di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Meski demikian trennya cenderung menurun.

“Kalau sudah dipulangkan dari RSAS dan sudah ditinggalkan oleh kloternya di Makkah, nanti tugas kami KKHI mengevakuasinya ke Makkah," katanya, Selasa (13/6/2023).

Kepala KKHI Madinah, dr Tri Atma Sugiyarno mengatakan, hari ini, jemaah haji yang dievakuasi dari KKHI ke Makkah sebanyak tiga pasien. Terdiri dari dua laki-laki dan satu orang perempuan.

"Sejauh ini tidak ada kendala dalam melakukan evakuasi jemaah dari Madinah ke Makkah," ujarnya.

dr Tri Atma mengaku terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jemaah haji. Setiap hari tim kesehatan memantau perkembangan jemaah haji yang ada.

"Sekaligus memastikan kapan pasien-pasien tersebut dapat dipulangkan dan transportable untuk dievakuasi ke Makkah," ujarnya.

Bagi jemaah haji yang dirawat di RSAS dan tidak transportable, lanjut dr Tri Atma, maka proses evakuasinya akan dilakukan oleh rumah sakit tersebut.

"Mereka berjanji akan mengevakuasi jemaah ke Makkah. Tapi kalau bisa sembuh lebih cepat maka akan di kembalikan ke KKHI, dan dievakuasi ke Makkah,” urainya.

Hingga kini, masih ada jemaah haji yang dirawat di KKHI dan RSAS. Saat ini, tambah dr Tri Atma, pihaknya tengah mempertimbangkan berbagai opsi dan usulan.

Termasuk, kata dia, memanfaatkan moda transportasi lain untuk mengangkut jemaah. Di KKHI ada dua ambulans, di sektor ada lima ambulans.

“Harapannya, kendaraan ini bisa membawa banyak lagi jemaah sakit dari Madinah ke Makkah. Kami juga pertimbangkan usulan kendaraan lain,” tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved