Berita Viral

5 FAKTA Nenek Asmah yang Ditemukan di Hutan: Hilang Sebelum Lebaran, Kelaparan Selama Bertahan

Berikut fakta Nenek Asmah yang ditemukan di tengah hutan setelah dua bulan menghilang dari rumah.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Kolase Surya.co.id
Nenek Asmah ditemukan di dalam parit di hutan Pekalongan, setelah menghilang selama dua bulan. 

Kemudian, lokasi ditemukan pun jauh dari pemukiman warga sekitar 5 km.

"Katanya sudah tiga hari tiga malam berada di tengah hutan. Saya lapar, mau pulang."

"Saat hendak dievakuasi, awalnya nenek tersebut tidak mau diangkat. Bahkan dipegang pun ia tidak mau. Lalu, saya rayu nenek Asmah dan alhamdulilah mau dievakuasi," ucapnya.

Baca juga: Dilaporkan Seminggu Hilang, Kakek Warga Awar-awar Situbondo Ditemukan Membusuk di Ladang Tebu

3. Evakuasi berjalan dramatis

Upaya evakuasi pun berjalan sangat dramatis, warga bersama anggota Polsek Kesesi harus berjalan sejauh 5 km agar bisa ke lokasi nenek tersebut.

Tidak hanya itu, mereka harus melewati sungai sebanyak dua kali dan perbukitan yang kondisi jalannya naik turun.

"Nenek Asmah, akhirnya mau di evakuasi menggunakan tandu yang dibuat anggota Polsek Kesesi bersama warga. Tandu ini menggunakan bambu dan sarung. Nenek itu ditandu dengan menggunakan sarung dan lalu diangkat ramai-ramai oleh warga serta polisi."

"Kita juga harus melintasi sungai dua kali, dan perbukitan agar bisa sampai ke mobil polisi. Alhamdulillah, bisa dievakuasi," imbuhnya.

Setelah berhasil dievakuasi, nenek Asmah langsung dibawa ke RSUD Kesesi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis.

"Ketika ditemukan, nenek itu sangat kotor banget dan sangat basah. Karena ia (nenek Asmah) berendam di aliran parit tersebut. Saat dievakuasi posisinya miring terus, karena sudah kram kali tubuhnya," katanya.

4. Keterangan keluarga Nenek Asmah

Sementara itu, sang anak yang menjelaskan kapan ibu hilang akhirnya mengungkap kronologi.

Aye (50), anak kandung Asmah mengungkapkan, mamaknya sudah pergi sejak lebaran Idul Fitri kurang tiga hari atau pada 18 April 2023.

Sebelum pergi, mamaknya atau ibunya itu bilang hendak ke rumah adiknya di daerah Tangerang.

''Emang mamak suka bepergian sendiri ke Tangerang, dan tidak mau kalau diantar. Sudah biasa, pergi ke sana pagi setelah itu sore balik. Kalau pergi tidak pernah lama, dan baru yang terakhir ini paling lama,'' kata dia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved