Berita Surabaya

Spin Off IndiHome ke Telkomsel Dapat Persetujuan di RUPST Telkom 2022

Sinergi antara IndiHome dan Telkomsel diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses beragam layanan digital.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
IndiHome
Logo IndiHome. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan segmen usaha (spin-off) IndiHome ke Telkomsel dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Telkom Tahun Buku 2022.

Aksi korporasi yang tergolong sebagai transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.42/2020 ini memerlukan persetujuan pemegang saham independen di mana telah tercapai kuorum dan disetujui mayoritas pemegang saham independen.

"Pemisahan IndiHome dalam rangka implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC) merupakan bagian dari strategi utama perusahaan “Five Bold Moves” yang strategis bagi Telkom dalam mendukung terciptanya inklusi digital melalui peningkatan keandalan konektivitas yang lebih luas dan merata bagi masyarakat," kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom, dalam rilisnya, Jumat (2/6/2023).

Sinergi antara IndiHome dan Telkomsel yang merupakan pemimpin pasar bisnis broadband diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses beragam layanan digital.

Telkomsel akan memiliki mesin pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan ke depannya.                                                                                          

"Dari sisi bisnis, integrasi layanan broadband ini diharapkan dapat menjadikan belanja modal (capital expenditure) perusahaan lebih efisien dan mampu menciptakan nilai yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan," jelas Ririek.

Sejalan dengan arahan Menteri BUMN, kedepannya Telkomsel akan fokus menjalankan segmen bisnis Business to Customer (B2C), sementara Telkom fokus pada segmen Business to Business (B2B).

Potensi pasar yang besar dan masih banyak perusahaan maupun instansi yang memerlukan dukungan digitalisasi menjadi peluang bagi Telkom untuk menjadi pemain besar di segmen bisnis B2B.

"Kami berterima kasih kepada para pemangku kepentingan atas dukungan kepada Telkom untuk mencapai kinerja terbaik serta mengapresiasi kepercayaan yang senantiasa diberikan, terutama dalam upaya perseroan melakukan transformasi," ungkap Ririek.

Persetujuan atas implementasi FMC menjadi penting dalam langkah transformasi perseroan untuk menciptakan nilai yang optimal baik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat, pemegang saham dan pemerintah.

"Selain itu, integrasi ini sejalan dengan fokus Telkom untuk menjadi pemain dan pemimpin di pasar bisnis B2B,” ujar Ririek.

Dengan diperolehnya persetujuan pemegang saham independen, maka proses integrasi IndiHome ke Telkomsel diharapkan selesai pada awal kuartal ketiga 2023.

Pada kesempatan yang sama, RUPST juga menyetujui  pembagian dividen sebesar Rp16,6 triliun atau 80 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2022.

Dividen perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 11,7 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar 20 persen atau Rp 4,2 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan.

Dividen sebesar Rp167,6 per lembar saham tersebut akan dibayarkan paling lambat pada 5 Juli 2023 bagi pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan 13 Juni 2023.

Sepanjang 2022, Telkom membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp147,31 triliun atau tumbuh sebesar 2,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp78,99 triliun atau tumbuh 4,3 persen (YoY) dengan laba bersih operasi Rp 25,86 triliun atau tumbuh 7,7 persen (YoY).

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan.

Perubahan susunan perseroan diharapkan dapat berkontribusi pada meningkatnya kinerja perseroan serta menyukseskan langkah transformasi yang tengah dilakukan Telkom.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2022 adalah Komisaris Utama/Komisaris Independen : Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Sebagai Komisaris Independen, masing - masing adalah Wawan Iriawan, Bono Daru Adji dan Abdi Negara Nurdin.

Kemudian Komisaris adalah Arya Mahendra Sinulingga, dan Marcelino Pandin, Ismail, Rizal Mallarangeng, Isa Rachmatarwata dan Silmy Karim

Sedangkan Dewan Direksi, meliputi Ririek Adriansyah sebagai Direktur, Direktur Enterprise & Business Service, FM Venusiana R, Direktur Digital Business, Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Human Capital Management, Afriwandi, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, Heri Supriadi, Direktur Network & IT Solution, Herlan Wijanarko, Direktur Strategy Portfolio,  Budi Setyawan Wijaya.

Direktur Wholesale & International Service, Bogi Witjaksono dan Direktur Group Business Development, Honesti Basyir.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved