KKB Papua

Kesabaran KKB Papua Penyandera Pilot Susi Air Hampir Habis, Ini Reaksi Panglima TNI: Masih Berusaha

Kesabaran KKB Papua penyandera pilot Susi Air sudah hampir habis. Mereka mengancam akan menembak sang pilot. Apa reaksi Panglima TNI?

kolase Dispenal dan Facebook
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (kiri), KKB Papua (kanan). Kesabaran KKB Papua penyandera pilot Susi Air sudah hampir habis. Mereka mengancam akan menembak sang pilot. 

"Ya nanti aja lihat perkembangannya, menghadapi yang gitu kan tidak harus semua dibicarakan ke publik," kata dia.

Penjelasan Wapres soal Penyerangan pada KKB Papua

Upaya pembebasan pilot Susi Air dari genggaman KKB Papua yang tak kunjung berhasil memang membuat masyarakat resah.

Padahal, TNI-Polri bisa dengan mudah memberangus KKB Papua dengan pasukan dan alutsistanya.

Lantas, mengapa TNI-Polri tak menyerang KKB Papua saja untuk membebaskan pilot tersebut?

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada korban yang jatuh dalam upaya membebaskan pilot Susi Air, Philip Mark Merthens yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Hal ini ia sampaikan saat ditanya mengenai kendala yang dihadapi untuk membebaskan Philip yang sudah disandera selama lebih dari tiga bulan.

"Operasi yang dilakukan tentu kita harus memperhitungkan jangan sampai terjadi korban.

Bagaimana pilotnya selamat tapi tidak (ada korban)," kata Ma'ruf, melansir dari Kompas.com, Minggu (28/5/2023).

Pilot Susi Air yang Disandera KKB Papua (kiri). KKB Ngotot Permintaannya Dipenuhi.
Pilot Susi Air yang Disandera KKB Papua (kiri). KKB Ngotot Permintaannya Dipenuhi. (Tribun Papua/Istimewa)

Oleh karena itu, menurut Ma'ruf, pemerintah tidak mungkin menggelar operasi pembebasan yang sifatnya membumihanguskan atau menghabisi pihak KKB karena dapat menimbulkan korban.

"Kalau seperti itu kan mudah saja, tetapi bagaimana operasi itu dilakukan selamat, bisa diselamatkan tapi tidak menimbulkan banyak korban," kata dia.

Ma'ruf pun mengakui bahwa upaya pembebasan dengan pendekatan seperti itu memerlukan waktu yang lebih lama.

Pemerintah turut melibatkan tokoh-tokoh gereja maupun masyarakat lokal untuk membebaskan Philip dari KKB.

"Kita sudah berkomunikasi dengan pihak gereja dan termasuk tokoh-tokoh adat, local champion, kita libatkan dalam operasi di Papua," ujar dia.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved