Berita Kota Kediri

Terima ATM, 350 Warga Miskin Kota Kediri Bisa Dapatkan Bansos Program BPNT dan PKH

Melalui Bank Mandiri, penerima manfaat BPNT dan PKH bisa mencairkan dana bansos yakni sebesar Rp 200.000 setiap bulannya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Keluarga penerima manfaat di Kota Kediri menerima ATM untuk pencairan bansos BPBT dan PKH, Rabu (24/5/2023). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri menyalurkan bantuan sosial (bansos) yang diterima melalui kartu ATM kepada total 350 keluarga penerima manfaat (KPM). Sebelumnyanya, bantuan untuk KPM itu sempat mengalami kendala dalam proses pencairan.

Kartu ATM itu dipakai untuk pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) keluarga penerima manfaat di Kota Kediri. Sementara skema penyalurannya pemerintah pusat telah menunjuk salah satu Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni Bank Mandiri untuk wilayah Kota Kediri.

Melalui Bank Mandiri, penerima manfaat BPNT dan PKH bisa mencairkan dana bansos yakni sebesar Rp 200.000 setiap bulannya.

Paulus Luhur Budi, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri menjelaskan, waktu pencairan untuk BPNT mulai Januari sampai dengan April, sedangkan PKH pada triwulan I dan II. "Tujuan dari penyaluran bansos ialah untuk mengentaskan warga dari kemiskinan," jelas Paulus Luhur, Rabu (24/5/2023).

Di masyarakat masih ada keluarga prasejahtera yang harus dilakukan intervensi dengan bantuan supaya segera bisa hidup dengan layak. Saat ini penyaluran BPNT tidak perlu lagi melalui e-warung. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan oleh Komisi VIII DPR RI.

“Dulu program BPNT untuk beli sembako tidak boleh diberikan secara tunai, jadi ATM-nya nanti digeseknya ke e-warung sekarang e-warung tidak ada maka ambilnya bisa di ATM Bank Mandiri,” jelasnya.

Selama pembagian bansos, dinsos berperan serta dalam upaya pendampingan kepada masyarakat, meliputi proses input data pada aplikasi SIKS-NG dan aplikasi Cek Bansos.

Paulus berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan bantuan dengan bijaksana. Bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan kalau BPNT untuk beli sembako. Untuk PKH dapat digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah.

Petugas akan melakukan monitoring guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Pemerintah akan melakukan penyesuaian data dengan kondisi di masyarakat melalui pemeriksaan lapangan.

“Kita melakukan monitoring karena mungkin ada juga yang sudah mentas dari kemiskinan, makanya harus kita update datanya dengan kita cek lapangan,” ungkapnya.

Sementara Musmini, salah satu penerima manfaat asal Kelurahan Ngadirejo meluapkan rasa syukurnya dengan berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan. Menurutnya proses pemberian bantuan melalui ATM cukup mudah dan cepat karena penerima dapat langsung mengambil bantuan tanpa harus antre.

Sebelumnya ada kendala di mana penerima merasa lebih enak mencairkan lewat ATM karena bisa mengambil di mana saja dan tidak perlu antre. "Namun untuk orangtua harus perlu didampingi yang lebih muda karena sudah tahu caranya,” ujarnya. *****

Sumber: Surya
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved