Berita Surabaya

Kualitas Pendidikan Medis Unusa Terbukti dengan Lulusan 'First Taker' Ujian CBT dan OSCE Mandiri

Sebanyak 11 dokter baru Peserta Pendidikan Profesi Dokter Unusa dilantik dan mengambil sumpah di Kampus B Jl. Jemurasri Surabaya.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/zainal arif
Suasana acara pelatikan dan pengambilan sumpah 11 dokter baru Peserta Pendidikan Profesi Dokter Unusa di Kampus B Jl Jemurasri Surabaya, Rabu (24/5/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 11 dokter baru Peserta Pendidikan Profesi Dokter Unusa dilantik dan mengambil sumpah di Kampus B Jl. Jemurasri Surabaya.

Mereka adalah angkatan ke-7 yang resmi menjadi dokter setelah berhasil melewati Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Seorang mahasiswa baru dari Fakultas Kedokteran dianggap lulus dan mendapatkan gelar dokter setelah berhasil melewati UKMPPD, yang merupakan ujian nasional yang diselenggarakan oleh Panitia Nasional.

Ujian UKMPPD terdiri dari ujian teori berbasis komputer (CBT) dan ujian praktek (OSCE).

"Alhamdulillah, FK Unusa memiliki CBT Center dan OSCE Center yang layak digunakan untuk UKMPPD. Saat ini, OSCE Center milik FK Unusa digunakan untuk OSCENAS," kata Dr. Handayani, Dekan FK Unusa.

"Kehadiran CBT dan OSCE Center ini sangat penting dan mendukung kelulusan mahasiswa FK Unusa, karena ujian diadakan di kampus sendiri, sehingga mahasiswa kami memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalani ujian," imbuhnya.

Handayani yakin bahwa dengan adanya CBT dan OSCE Center sendiri, persentase kelulusan mahasiswa FK pada percobaan pertama akan semakin tinggi.

"Kami sangat bangga karena lebih dari 90 persen mahasiswa FK dinyatakan lulus pada percobaan pertama (lulus saat pertama kali mengikuti UKMPPD). Ini merupakan tolok ukur keberhasilan dan kualitas pembelajaran, serta menentukan penilaian akreditasi Fakultas Kedokteran," ungkapnya.

Handayani menambahkan, FK Unusa layak dikatakan berkualitas baik karena memiliki tingkat kelulusan di atas 90 persen pada percobaan pertama, padahal sebuah perguruan tinggi dianggap berkualitas baik apabila kelulusan di atas 80 persen.

Tiga mahasiswa FK yang dilantik dan mengambil sumpah masing-masing adalah Ilyas Febri, Jauhan Farhat, dan Sultan Fadjar Pelu.

Mereka mengungkapkan keyakinan bahwa model pembelajaran yang diterapkan di Unusa selama pendidikan profesi dokter telah membantu mereka dan teman-teman lainnya lulus UKMPPD dengan predikat percobaan pertama.

"Saya yakin bahwa pola dan model yang diberikan kepada kami dalam menjalani pendidikan profesi dokterlah yang membuat kami lulus pada percobaan pertama UKMPPD," kata Ilyas Febri, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua BEM FK Unusa.

Menurutnya, apa yang diperoleh di Unusa sangat berbeda jika dibandingkan dengan mahasiswa dari fakultas kedokteran perguruan tinggi lain.

"Kami, mahasiswa pendidikan profesi dokter, selalu berinteraksi langsung dengan dokter spesialis saat menjalani stase, sehingga kami langsung mendapatkan ilmu dan bimbingan dari ahlinya," kata Ilyas Febri, yang berasal dari Palu dan lahir di Demak Jawa Tengah itu.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved