Ramadhan 2023

Jadwal Imsakiyah Surabaya Lengkap Waktu dan Doa Berbuka Puasa Kamis 20 April 2023

Jadwal Imsakyah Surabaya berikut lengkap dengan doa berbuka puasa Kamis, 20 April 2023 atau 29 Ramadhan 1444 H.

|
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Canva
Jadwal Imsakiyah Surabaya 29 Ramadhan lengkap Waktu dan Foa Berbuka 

Subhaanal-malikil-qudduus, Subbuuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul-malaaikati war-ruuh

Artinya: "Maha Suci, Raja yang Suci, Yang Sangat Suci, Tuhan kami dan Tuhan Malaikat & Ruh."

4.

اللّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فاعف عنّا

Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-’afwa fa’fu ‘annaa

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau sangat pemaaf , Sangat Mulya, Engkau sukai pemaafan, maka maafkan kami."

Doa Buka Puasa

Berikut bacaan doa buka puasa Ramadhan selengkapnya:

Pertama,

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang"

Kedua,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
Kedua doa buka puasa tersebut menurut Ustadz Abdul Somad sama-sama boleh dibaca untuk doa buka puasa Ramadhan.

Menurut Ustadz Abdul Somad, kedua doa tersebut sama-sama bersumber dari hadist dhaif, namun tetap bisa diamalkan, sebab lolos dari 5 syarat.

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad, tapi Syaikh Ibn 'Utsaimin, ulama Saudi Arabia. Tapi status hadisnya? Hadist Dhaif tetap bisa dipakai, kalau cukup 5 syarat," ceramah Ustadz Abdul Shomad diunggah Facebook Tanya Jawab Ustadz Abdul Somad 19 Mei 2018, dikutip Selasa (4/3/2023).

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad menerangkan 5 syarat hadist dhaif yang boleh diamalkan.

Di antaranya bkan masalah aqidah tauhid, kedua bukan masalah halal haram, ketiga tidak terkait riwayat pendusta, keempat masih bernaung di bawah hadist sahih, kelima untuk motivasi beramal.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved