CURHAT Soimah Didatangi Oknum Petugas Pajak, Bawa Dept Collector Gebrak Meja: Saya Bukan Koruptor

Soimah curhat pernah didatangi oknum petugas pajak beberapa kali, salah satunya bahkan sambil membawa dept collector

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Adrianus Adhi
Instagram/showimah
Soimah curhat didatangi oknum petugas pajak 

SURYA.CO.ID - Baru-baru ini, seniman Soimah curhat didatangi oleh oknum petugas pajak.

Bukan hanya sekali, Soimah mengaku didatangi oknum petugas pajak beberapa kali.

Bahkan, Soimah bercerita bahwa oknum tersebut turut membawa dept collector.

Mereka memberi perlakuan yang tidak mengenakkan, salah satunya menggebrak meja.

Melansir Kompas.com, berikut pengalaman tak menyenangkan yang terjadi pada Soimah.

"Tahun 2015, datang ke rumah, orang pajak buka pagar tanpa kulonuwun (permisi) tiba-tiba di depan pintu yang seakan-akan saya mau melarikan diri," ujar Soimah dikutip dari YouTube Blakasuta.

Baca juga: SOSOK Anak Ida Dayak yang Bongkar Asal Muasal Minyak Urut Ibunya, Bukan Bintang Dayak Suku Paser

Soimah juga merasa dirinya selalu dicurigai oleh petugas pajak atas apapun yang dilakukan.

Bahkan Soimah harus menyimpan semua nota pengeluarannya.

"Waktu itu awal-awal sukses, kalau banyak uang, tugas saya pertama membahagiakan, membantu keluarga, masak bantu keluarga enggak boleh? Dijaluki (dimintai) nota mas," kata Soimah.

"Lha masak aku bantu saudara pakai nota, jadi enggak percaya 'masak bantu saudara segini besarnya', yo sak karepku to (terserah aku dong). Jadi harus pakai nota, itu tahun 2015," imbuhnya.

Bukan itu saja, pendopo yang saat itu belum selesai dibangun, yang tujuannya dibangun adalah untuk mewadahi para seniman, juga tak luput dari penilaian pajak.

"Ini pendopo belum jadi, udah dikelilingi sama orang pajak. Didatangi, diukur, dari jam 10.00 pagi sampai jam 05.00 sore, ngukuri pendopo," ujar Soimah.

"Ini tuh orang pajak atau tukang? Kok ngukur jam 10.00 pagi sampai 05.00 sore, arep ngopo (mau ngapain). Akhirnya pendopo itu di appraisal hampir Rp 50 miliar, padahal saya bikin aja belum tahu total habisnya berapa," lanjutnya.

 Saat tahu pendopo yang dibangunnya dinilai hampir Rp 50 miliar, Soimah merasa bingung, antara sedih atau senang.

"Di sisi lain saya sedih, kok bisa begitu, di sisi lain saya senang. Senangnya gini, kalau itu laku Rp 50 miliar, tukunen, aku untung nanti aku baru bayar pajak, tukunen nek payu Rp 50 miliar," ucap Soimah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved