Berita Madiun

Akibat Main Handphone Pakai Handsfree, Pria di Madiun Tewas Tertabrak Kereta Api

Kereta Api Kahuripan relasi Blitar- Kiaracondong, menabrak seorang pria di jalur KA KM 158+3, antara Stasiun Babadan-Madiun

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Petugas saat mengevakuasi jasad pria yang tertabrak kereta api di jalur KA KM 158+3, antara Stasiun Babadan-Madiun, Selasa (24/1/2023) malam. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Kereta Api Kahuripan relasi Blitar- Kiaracondong, menabrak seorang pria di jalur KA KM 158+3, antara Stasiun Babadan-Madiun, Selasa (24/1/2023) malam.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Supriyanto menuturkan, diperoleh informasi dari warga sekitar jika melihat korban sejak sore berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Korban sedang menggunakan handphone dengan handsfree. Sepeda motor milik korban berada di dekat lokasi. Data korban, Darno, alamat Desa Mojopurno RT 01 RW 07, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun," ungkap Supriyanto, Rabu (25/1/2023).

Kemudian, lanjut dia, petugas stasiun dan Polsuska menuju ke lokasi untuk mengamankan jalur kereta api.

Korban ditemukan meninggal dunia di jalur kereta api dalam kondisi luka parah. Petugas lantas menghubungi Polsek Nglames untuk proses evakuasi korban.

"Korban dievakuasi ke RSUD Mejayan Caruban oleh Tim Inafis Polres Madiun. Evakuasi korban selesai dilaksanakan," terang Supriyanto.

Supriyanto juga mengimbau, masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api.

Larangan tersebut selain membahayakan diri sendiri, juga mengganggu perjalanan kereta api. Bahkan bagi pelanggar bisa dikenakan pidana.

"KAI dengan tegas melarang warga masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun, selain untuk kepentingan operasional kereta api,” tegas Supriyanto.

Menurutnya, larangan beraktivitas di jalur kereta api telah ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 181 ayat (1)

"Bagi masyarakat yang melanggar juga dapat dikenai hukuman berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta. Hukuman tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 Tahun 2007," bebernya.

“Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tempat tujuan,” tutup Supriyanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved