Berita Kota Surabaya

Meriahnya Aksi Barongsai di Tambak Bayan Surabaya, Imlek Menjadi Sarana Belajar Akulturasi Budaya

Menariknya, angpao tersebut tidak melulu diberikan langsung. Namun angpao digantung di langit-langit teras lintasan lampion.

surya/bobby constantine koloway
Pertunjukan barongsai mengisi perayaan tahun baru Imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya yang berjalan semarak, Minggu (22/1/2023). 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Tahun Baru China atau Imlek selalu identik dengan pernak-pernik serba merah, lampion, angpao serta pertunjukan Barongsai. Atraksi tarian Barongsai ini yang selalu menyedot perhatian masyarakat, terutama saat kemeriahan Tahun Baru Imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya, Minggu (22/1/2023).

Di momentum peringatan Imlek tahun ini, warga Jalan Tambak Bayan Tengah, Alun-alun Contong, Bubutan ini mengisi perayaan dengan festival lampion hingga pertunjukan Barongsai. Sejak Minggu pagi, warga telah memadati ruas jalan perkampungan di kawasan ini. Sesuai jadwal, seharusnya pertunjukan Barongsai dimulai pukul 06.30 WIB.

Bukan hanya dari warga sekitar, penonton juga berasal dari kawasan lain. Ada yang hanya sekadar menonton bersama keluarga, pegiat hobi fotografer, hingga content creator. Mereka dengan antusias menunggu kedatangan Barongsai. "Agak sedikit molor. Barongsainya masih dalam perjalanan," kata Lim Kiem Hau atau Gepeng, salah satu warga Tambak Bayan.

Benar saja, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan Barongsai datang. Setelah sejenak melakukan persiapan, pertunjukan dimulai. Pertunjukan dimulai dengan mengarak barongsai keliling kampung. Di tiap rumah, barongsai telah ditunggu para pemilik rumah dengan menyiapkan angpao.

Menariknya, angpao tersebut tidak melulu diberikan secara langsung. Namun, angpao digantung di langit-langit teras hingga lintasan lampion. Alhasil, para pemain Barongsai pun harus beratraksi dengan saling menggendong menggambarkan layaknya kegagahan seekor singa yang sedang berdiri dengan dua kaki.

Tidak hanya oleh para orangtua, para remaja, hingga balita juga memberikan angpao berwarna merah ini. "Kegiatan seperti ini rutin dilakukan tiap peringatan Imlek," katanya.

Tidak hanya pertunjukan Barongsai, perayaan Imlek tahun ini juga digelar dengan Festival Lampion. Festival pun telah berlangsung sejak Jumat (20/1/2023).Kampung pun kian semarak dengan perhiasan lampion yang cantik di sepanjang jalan. "Lampion ini dipasang sendiri oleh warga Tambak Bayan bersama komunitas dan teman-teman mahasiswa dari luar juga," kata Gepeng.

Lampion tersebut dibuat dengan berbagai bentuk dan ukuran. Bagi pengunjung yang datang, juga bisa membeli. "Pada acara festival lampion ini juga ada bazar warga dan komunitas. Ada juga lampion yang dijual dengan harga yang cukup bervariasi," katanya.

Dengan berbagai pernik tersebut, kawasan ini pun menjadi sarana pendidikan sejarah hingga budaya. Mulai dari mahasiswa, komunitas, hingga conten creator berkumpul untuk belajar budaya hingga alkuturasi di tempat ini.

Salah satu conten creator yang datang di Kampung Tambak Bayan adalah Indra Pramujito. Selain membuat konten, pemeran Riki di film Lara Ati ini mengaku ingin melihat suasana Imlek di kawasan yang memang ikonik tersebut.

"Sebenarnya, saya sudah nggak merayakan Imlek, namun cuma melok-melok tok (ikut-ikut) saja. Selain itu, saya juga ingin melihat perayaan Imlek di tanah sengketa dan bersama-sama merasakan kemeriahan bersama teman-teman di sana," kata pria humoris ini.

Meskipun tidak merayakan Imlek, Indra memaknai sendiri Imlek itu. "Bagi saya, Imlek adalah tahun baru dan menjadi ajang reuni," kilah Indra.

Pemilik instagram dengan 38 ribu followers ini memiliki harapan tersendiri di momen Imlek tahun ini. "Semoga baik-baik saja dan bisa menerima segala sesuatu dengan pikiran terbuka," ujar Indra. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved