STRATEGI KPK Sukses Tangkap Lukas Enembe Meski Punya Banyak Pendukung: Pantau Orderan Nasi Bungkus

KPK ternyata punya strategi unik untuk menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe. Mahfud MD ungkap strateginya adalah Pantau Orderan Nasi Bungkus.

kolase tribun papua
Gubernur Papua Lukas Enembe saat ditangkap KPK dan diterbangkan ke Jakarta, Selasa (10/1/2023). KPK ternyata punya strategi unik untuk menangkapnya. 

Harta kekayaan Lukas Enembe Lukas Enembe terakhir kali melaporkan kekayaannya ke situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Maret 2022.

Tercatat, ia memiliki total kekayaan sebesar Rp 33,7 miliar.

Mayoritas berupa tanah dan bangunan senilai Rp 13.604.441.000, yang semuanya berada di Jayapura.

Lukas juga punya alat transportasi senilai Rp 932.489.60, berupa mobil Toyota Fortuner, Honda Jazz, Toyota/Jeef Land Cruiser, dan Toyota Camry.

Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp 1.262.252.563, kas dan setara kas senilai Rp 17.985.213.707. Di laman e-LHKPN, Lukas disebut tidak memiliki utang.

Seperti diketahui. Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan Lukas ditangkap sekitar pukul 11.00 waktu setempat saat sedang asyik menyantap papeda.

Terkait informasi penangkapan juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.

Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan Lukas Enembe dari restoran langsung dibawa ke Mako Brimob.

Saat penangkapan kata Kapolda, Lukas bersikap kooperatif dan tidak melawan.

"Beliau cukup kooperatif langsung kita bawa ke Mako Brimob," ujar Kapolda.

Sementara itu setibanya di Jakarta, Lukas Enembe langsug dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pasca-penangkapan Lukas Enembe, bentrokan sipil dan petugas atau aparat kepolisian terjadi.

Kerusuhan terekam terjadi di Jalan Utama Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, massa pendukung Lukas Enembe menyerang polisi dengan batu dan anak panah.

Anak panah pun beterbangan ke udara.

Tindakan anarkistis massa dengan mengancam menggunakan senjata tajam dan panah, membuat aparat keamanan melepaskan tembakan peringatakan yang kemudian tetap tidak diacuhkan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved