Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
TERKUAK Isi Chat Ferdy Sambo ke Bharada E seusai Pembunuhan Brigadir J, Ada Grup WhatsApp Dadakan
Empat hari setelah pembunuhan Brigadir J, Bripka Ricky Rizal membuat grup WhatsApp yang diberi nama Duren Tiga.
"Apabila dari pembunuhan itu ada pengkondisian, misalnya menghapus CCTV, menghilangkan barang bukti, mengubah BAP?," tanya jaksa.
Mustofa memastikan itu adalah bagian perencanaan, termasuk cara mempengaruhi proses agar tidak diidentifikasi sebagai peristiwa pembunuhan. "Para pelaku kejahatan cari posisi yang lebih unggiul baik terhadap korban maupun proses," katanya,
Jaksa juga mempertanyakan tentang tudingan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh korban Brigadir J yang notabene ajudan pelaku Ferdy Sambo.
Mustofa menjelaskan penelitian tentang perkosaan pada umumnya pelaku menganggap korbannya nudah diajak melakukan hubungan seksual dan dia akan menerimanya, selain juga pengaruh alkohol.
"Pelaku pemerkosaan mencari korban seperti mencari pacar, sesuai tipe ideal. Amat sangat pribadi," katanya.
Apakah mungkin pelaku yang seorang ajudan memperkosa istri jenderal di rumah sang wanita?
Menurut Mustofa, kalau secara fisik pelaku tidak memperhitungkan, tapi kemungkinan resiko akan dipertimbangkan.
Jaksa juga mempertanyakan tentang sikap Ferdy Sambo yang masih sempat melakukan kegiatan lain seperti bermain badminton ketika mendapat laporan istrinya diperkosa.
Mustofa menjelaskan, dalam pembunuhan tidak berencana biasanya pembunuhan merupakan reaksi seketika. Seperti ketika menyaksikan istri diperkosa, langsung melakukan penembakan dan tidak ada jeda waktu untuk berpikir.
"Berarti itu sudah pasti berencana?," tanya jaksa.
"Pasti berencana," tega Mustofa.
"Saya melihat di sana memang terjadi perencanaan. Richard bersedia karena di posisi hubungan kerja dia paling bawah. Sementara yang memerintahkan amat sangat tinggi. Di antara ajudan dia paling junior. sehingga melakukan penolakan jadi lebih kecil, apalagi masih baru menjadi anggota polisi. Bisa jadi takut kehilangan pekerjaan," katanya.
Diterangkan Mustofa, di dalam perencanan pasti ada aktor intelektual, paling berperan dalam mengatur.
Dia akan melakukan pembagian kerja, membuat skenario, apa yang harus dilakukan oleh siapa. Mulai eksekusi hingga tindak lanjut agar tidak teridentifikasi sebagai pembunuhan berencana.
Lalu, bagaimana peran Putri Candrawathi?
Mustofa menganggap peran Putri tarafnya sama dengan Ferdy Sambo karena sebagai majikan.
Sementara untuk terdakwa lain seperti Bharada E dan Bripka Ricky Rizal hanya diikutsertakan dalam keadaan dia bawah dan kemungkinan menolak lebih kecil.
Sedangkan Kuat diidentifikasi memiliki hubungan emosional seperti saudara yang terbangun sehingga mendorong untuk ikut melakukan.
Apakah 3 terdakwa ini bisa dikategorikan melakukan kegiatakan bersama-sama dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?
Menurut Mustofa tidak bisa dikategorikan demikian secara sosiologis.
"Harus ada yang mengkoordiansi, memimpin dan harus bertanggungjaab. Sehingga yang lain-lain ikut serta," katanya.
Lalu, apakah elecehan seksual bisa jadi motif?
Menurut Mustofa bisa saja sepanjang dicukupi dengan bukti-bukti.
"Satu alat bukti tidak cukup, harus visum yang diperoleh. Kalau tidak ada alat bukti, tidak bisa menjadi motif," tegasnya.
Kesaksian Ahli Forensik
Ahli Forensik, Farah P. Karow bersaksi dalam persidangan bahwa jenazah Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J mendapatkan 13 luka tembak.
Kesaksian tersebut diceritakan Farah saat ditanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022).
Farah menegaskan luka tembak fatal berada pada dada sisi kanan dan kepala bagian belakang sisi kiri almarhum Brigadir J.
"Luka tembak sebanyak tujuh tembak masuk dan enam tembak luar. Dari tujuh luka tembak yang ditemukan, ada dua yang bersifat fatal atau dapat menimbulkan kematian," kata Farah dalam persidangan di PN Jaksel.
Farah dalam persidangan juga membeberkan posisi luka tembak yang diterima Brigadir J.
"Luka tembak berada di kepala belakang sisi kiri, bibir bawah sisi kiri, puncak bahu kanan, dada sisi kanan, pergelangan tangan kiri sisi belakang, kelopak bawah mata kanan dan jari manis tangan kiri," sambungnya.
Kemudian Farah bersaksi bahwa korban Brigadir J diperkirakan tewas antara satu hingga enam jam sebelum pemeriksaan
"Kalau perkiraan waktu kematian kami perkirakan berdasarkan ilmu tanatologi. Kami menemukan korban meninggal antara 2 sampai 6 jam sebelum melakukan pemeriksaan luar," tutupnya.
Seperti diketahui, persidangan kali ini menghadirkan lima ahli untuk dimintai keterangan.
Mereka adalah:
1. Muhammad Mustofa (Ahli Kriminologi)
2. Farah Primadani Karouw (Ahli Forensik & Medikolegal)
3. Ade Firmansyah S (Ahli Forensik & Medikolegal)
4. Eko Wahyu B (Ahli Inafis)
5. Adi Setya (Ahli Digital Forensik)
Sebagai informasi, Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J menjadi korban pembunuhan berencana yang diotaki Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.
Brigadir Yoshua tewas setelah dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dalam perkara ini Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuwat Maruf dan Bharada Richard Eliezer alias Bharada didakwa melakukan pembunuhan berencana.
Kelima terdakwa didakwa melanggar pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Tak hanya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, khusus untuk Ferdy Sambo juga turut dijerat dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice bersama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rahman Arifin, dan Baiquni Wibowo.
Para terdakwa disebut merusak atau menghilangkan barang bukti termasuk rekaman CCTV Komplek Polri, Duren Tiga.
Dalam dugaan kasus obstruction of justice tersebut mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ferdy Sambo Kirim Pesan WA ke Bharada E Setelah Brigadir J Tewas, Sebut-Sebut Nama Kapolri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ini-chat-whatsapp-ferdy-sambo-ke-bharada-e-terungkap-di-sidang.jpg)