Sabtu, 2 Mei 2026

Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

TERKUAK Isi Chat Ferdy Sambo ke Bharada E seusai Pembunuhan Brigadir J, Ada Grup WhatsApp Dadakan

Empat hari setelah pembunuhan Brigadir J, Bripka Ricky Rizal membuat grup WhatsApp yang diberi nama Duren Tiga. 

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase tribunnews
Isi chat WhatsApp Ferdy Sambo ke Bharada E seusai pembunuhan Brigadir J terungkap di sidang. Ada juga grup WA. 

"Kalau di sini hanya rentang waktu singkat akun WA atas nama Richard masuk ke dalam grup tersebut tidak lebih dari satu hari, dia diadd pada jam 5 pagi tanggal 11 kemudian diremove dari grup tersebut pada jam 8 tanggal 11 jadi gak sampai 1 hari," beber Adi.

Terkait anggota grup terakhir yang dilihat oleh timnya kata Adi, saat itu masih berjumlah lebih dari 7 orang.

Dua diantaranya yakni pasangan suami-istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Di dalam grup Duren Tiga itu berapa orang?" tanya jaksa.

"Lebih dari 7," kata Adi.

"Ada Sambo di dalamnya?" tanya lagi jaksa.

"Kontak WA atas nama Irjen FS dan Putri Candrawathi," tukas Adi.

Ahli Kriminologi Pastikan Pembunuhan Berencana

Ahli Kriminologi Muhammad Mustofa memberikan keterangan dalam sidang pembunuhan Brigadir J terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Ahli Kriminologi Muhammad Mustofa memberikan keterangan dalam sidang pembunuhan Brigadir J terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf. (kolase kompas TV/istimewa)

Di bagian lain, Ahli kriminologi Prof Dr Muhammad Mustofa yang juga dihadirkan di sidang itu memastikan pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah direncanakan. 

Awalnya, Muhammad Mustofa memaparkan tentang perbedaan antara pembunuhan berencana dengan pembunuhan tidak berencana.

"Pembunuhan tidak berencana biasanya reaksi seketika ketika orang lain melakukan tindakan yang menimbulkan amarah serta menggunakan alat-alat yang bisa ditemukan di tempat itu. Kalau untuk pembunuhan berencana, ada cukup waktu antara tindakan," katanya. 

Menurut Mustofa, latar belakang pembunuhan berencana ini bermacam-macam, seperti dendam hingga menutupi aib. 

Baca juga: TAHAN MARAH ke Ferdy Sambo yang Jerumuskannya, Peraih Adhi Makayasa Irfan Widyanto Dinasehati Hakim

Bahkan motivasi positif pun bisa menjadi alasan seseorang untuk melakukan pembunuhan berencana.

"Misalnya punya anak yang sakit-sakitan tapi gak sembuh-sembuh. Untuk mengurangi penderitaannya, lalu dilakukan pembunuhan berencana. Jadi, motivasi tidak selalu berkonotasi negatif," kata peraih predikat doktor dari Universitas Indonesia. 

Dilanjutkan Mustofa, pembunuhan berencana biasanya dari awal sudah diperhitungkan apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan jejak. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved