Kuliner
Mie Semeru Lumajang, Tingkat Kepedasannya Dilabeli Seperti Level Status Gunung Semeru
Bagi pencinta kuliner mie, menu Mie Semeru di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang layak dicoba
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Kreasi kuliner hidangan mie memang tidak ada habisnya.
Bagi pencinta kuliner mie, menu Mie Semeru di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang layak dicoba.
Tak hanya menikmati rasa lezat mie, pembeli pun bisa sambil belajar status tingkatan aktivitas vulkanik gunung berapi.
Ya, menu Mie Semeru tersedia dengan tingkatan level pedas yang mana level pedasnya dilabeli tingkatan status kegempaan Gunung Semeru.
Level normal seasoningnya menggunakan campuran sambal cabai 1-5 biji.
Kemudian, untuk level waspada dibuat dari cabai 5-10 biji.
Sedangkan, level siaga menggunakan cabai 10-15 biji.
Bagi penikmat kuliner pedas, bisa menjajal tingkatan pedas level awas. Level ini menggunakan sambal yang dibuat dari 20 cabai.
Dan yang paling ekstrem level evakuasi. Jumlah cabainya sebanyak 45 biji.
Secara keseluruhan tampilan mie semua level sama. Semua mie ditaburi topping irisan daging ayam putih kering, irisan daun bawang, dan kornet.
Nah, yang bikin nikmat pangsit keringnya. Teksturnya sangat kering.
Rasa chrunchy ada tiap kali menikmati mie dengan pangsit kering.
Rinda pengelola Mie Semeru mengatakan, kuliner ini tergolong masih baru di Lumajang.
Usaha tersebut dibuka tahun 2019 lalu. Namun, namanya sudah cukup populer. Kaum muda-mudi kerap datang saat sore atau malam.
"Hari kerja kadang laku 300-an porsi. Tapi kalau weekend, bisa sampai 500 porsi," katanya.