Berita Lumajang

Imbas Penyakit Mulut dan Kuku, Produktivitas Sapi Perah di Lumajang Belum Sepenuhnya Pulih

Perang melawan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang belum bisa dikatakan selesai.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ilustrasi - Petugas Dinas Kesehatan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang ketika mengambil sample sapi yang sakit di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Jumat (3/6/2022). 

"Bisa-bisa peternak sapi perah seperti kami ini buntung,” katanya.

Kerugian selalu menjadi bayang-bayang karena peternak terbiasa mengambil laba dari akumulasi kuantitas.

Jika produktivitas sapi perah turun, ancamannya laba peternak hanya cukup untuk balik modal.

Bahkan, memungkinkan peternak mengalami tekor jika sapi perah tak kunjung menghasilkan jumlah liter susu yang maksimal.

"Koperasi Unit Desa (KUD) mematok harga Rp 6.200 untuk satu liter susu. Sebenarnya bagi kami, kalau harga segitu, nutut untuk operasional dengan catatan semua sapi tidak terdampak PMK dan bisa diperah,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved