Tragedi Arema vs Persebaya

Cerita Jurnalis Malang di Tengah Kengerian Tragedi Arema vs Persebaya, Tak Kuat Lihat Korban Bocah

Para jurnalis yang bertugas mewartakan pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya malam itu turut larut dalam kondisi mencekam

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/purwanto
Penampakan tribun 12 dan 13 suporter Arema FC Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang usai tragedi sepakbola yang menelan banyak korban, Selasa (4/10/2022). Sejumlah saksi mata mengatakan ditribun inilah menjadi saksi bisu banyaknya korban para suporter yang meninggal dunia usai laga sepakbola antara Arema FC VS Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Kengerian Tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan nyata dihadapi semua orang, termasuk para Jurnalis yang ada di Kandang Arema FC di Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Para jurnalis yang bertugas mewartakan pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya malam itu turut larut dalam kondisi mencekam ketika tragedi maut itu terjadi .

Para pewarta merasakan, mendengar dan melihat dengan kepala sendiri, hingga terlibat langsung dalam kengerian suasana malam itu.

Bahkan beberapa di antaranya masih diliputi traumatis, selalu terbayang dan dihantui mimpi buruk dalam beberapa hari ini.

Mereka melihat tubuh-tubuh tak bernyawa, mendengar lengkingan takut dan panik serta tangisan bocah, hingga suara serak lemah permintaan tolong korban yang tak berdaya.

Para jurnalis yang turut membantu para korban ikut terpukul ketika melihat korban bocah dan ketika satu persatu korban yang coba ditolong tak berumur lagi.

"Dua anak yang kuberi nafas bantuan semuanya gak ada umur,"

Baca juga: Tragedi Arema vs Persebaya, Jokowi Perintahkan Kementerian PUPR Audit Stadion untuk Liga Indonesia

Yona, jurnalis KlikTimes.com memberi pernyataan itu pada Suryamalang.com dengan suara bergetar, Rabu (5/10/2022).

Sambil menahan rasa yang berkecamuk, Yona menceritakan bagaimana ia secara spontan langsung membantu mengevakuasi korban, para Aremania di stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam itu.

Yona mengisahkan bagaimana ia masih berada di atas tribune untuk media di area tribune VIP stadion Kanjuruhan ketika detik-detik tragedi mengerikan bermula.

Ia masih berusaha mengetik berita melalui smartphonenya di saat para reporter lainnya sudah turun menuju ruang Pressroom.

Waktu itu ia tersentak ketika mendengar rentetan suara tembakan dari pelontar gas air mata di dalam stadion.

Baca juga: KESAKSIAN Marselino Ferdinan Detik-detik Mencekam Tim Persebaya Selamat dari Tragedi Kanjuruhan

Yona yang punya pengalaman merasakan suasana keributan suporter di stadion Maguwoharjo di tahun 2019 terheran-heran ketika melihat dan mendengar banyak gas air mata dilontarkan.

"Saya heran, suara tembakan seperti berondongan senjata semi otomatis, kok banyak sekali gas air mata ditembakkan ? Saya punya pengalaman kena gas air mata di Maguwoharjo tahun 2019, itupun yang ditembakkan hanya satu-dua, kok ini banyak sekali," ungkap Yona.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved