Berita Surabaya

Tawuran Pelajar di Surabaya, 2 Remaja Masuk Rumah Sakit, Gara-gara Saling Ejek via TikTok

Dua remaja terluka gara-gara terlibat tawuran pelajar di Surabaya, lokasi tawuran di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Wonokromo, Surabaya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Istimewa
Saat petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Polsek Wonokromo dan Satpol PP Surabaya melakukan pembubaran tawuran antar pelajar di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, Kamis (22/9/2022) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua remaja terluka gara-gara terlibat tawuran pelajar di Surabaya, lokasi tawuran di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, Kamis (22/9/2022) malam.

Korban berjenis kelamin laki-laki, berinisial RKP (17) warga Ploso, Tambaksari, Surabaya. Ia mengalami luka memar pada paha sebelah kanan, lecet pada jari tangan kiri, syok, namun dalam keadaan sadar.

Sedangkan korban MIF (17) warga Waru, Tambaksumur, Waru, Sidoarjo, mengalami lebam pada mata sebelah kiri, berdarah akibat dipukul helm serta mengalami luka parut pada wajah, luka lecet pada lutut kanan dan kiri.

Plt BPBD Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, insiden pertengkaran di antara kedua kubu pelajar SMK itu diduga karena cekcok yang berawal dari medsos platform TikTok.

Salah satu kubu pelajar dari sebuah SMK berjumlah sekitar 16 orang, melampiaskan kemarahan terhadap kedua orang korban yang berasal dari SMK lain.

Namun, saat dimintai keterangan, pelaku pemukulan terhadap kedua orang korban dilakukan oleh tujuh orang di antara kubu SMK yang semula berjumlah 16 orang.

"Informasi dari korban tawuran kejadiannya bermula dari cekcok di medsos (TikTok), namun yang bersangkutan tidak bersama teman-temannya di lokasi Jalan Upa jiwa sehingga salah sasaran," ujarnya saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Jumat (23/9/2022).

Ridwan menambahkan, kedua orang remaja yang terluka itu sudah memperoleh perawatan medis di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Bahkan, tercatat dalam laporannya, ponsel milik korban berinisial MIF hilang saat mengalami insiden pengeroyokan tersebut.

Sedangkan, 16 orang termasuk tujuh orang remaja yang melakukan pemukulan tersebut, dibawa ke markas kepolisian setempat.

"Pelaku berjumlah 16 orang diamankan ke Polsek Wonokromo untuk dimintai keterangan lebih lanjut (7 orang pelaku pemukulan, 9 orang pelaku hanya bergerombol)," pungkas Ridwan.

Sementara itu, Kapolsek Wonokromo, Kompol Riki Donaire Piliang membenarkan, insiden tersebut ditangani oleh pihaknya.

Namun, proses penyelidikan dan pendataan masih berlangsung. Sehingga pihaknya tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Iya, ini (insiden tersebut). Di wilayah Wonokromo, untuk penanganannya silakan konfirmasi ke Pawas ya," katanya saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved