LADANG UANG Lukas Enembe Baru Dibongkar setelah PPATK Beber Setoran ke Kasino Judi Rp 560 M, Kenapa?
Setelah PPATK membeber ada setoran Lukas Enembe ke kasino judi sebesar Rp 560 miliar, Gubernur Papua ini baru membongkar ladang uangnya. Ada Apa?
"Salah satau hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dollar (Singapura) atau Rp 560 miliar rupiah."
"Itu setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu," katanya.
Selain dugaan aliran dana ke kasino judi, Ivan menyebut adanya temuan setoran tunai mencurigakan dalam jangka pendek sebesar 55 ribu dolar Singapura atau sekira Rp 550 juta.
Uang tersebut, kata Ivan, diduga digunakan untuk membeli jam mewah.
"PPATK juga mendapatkan informasi bekerja sama dengan negara lain dan ada aktivitas perjudian di dua negara yang berbeda."
"Itu juga sudah PPATK analisis dan PPATK sampaikan kepada KPK," ujarnya.
Dengan penetapan tersangka ini, Lukas Enembe diminta agar bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.
"Lukas Enembe, menurut saya, kalau dipanggil KPK datang saja. Jika tidak cukup bukti, kami ini semuanya ada di sini menjamin dilepas," kata Mahfud.
Hanya saja, ujar Mahfud, ketika bukti yang ditemukan menjurus ke Lukas Enembe maka ia harus bertanggung jawab.
"Tapi kalau cukup bukti harus bertanggung jawab karena kita sudah bersepakat membangun Papua yang bersih dan damai," ujarnya.
Sebelumnya, pengacara Lukas Enembe, Aloysius Renwarin mengakui jika kliennya memang pernah bermain judi di kasino saat berlibur ke Singapura.
Kendati demikian, Aloy menyebut Lukas Enembe bermain judi di kasino hanya untuk sekadar melepas penat.
Ia menegaskan bahwa Lukas Enembe tak pernah menghabiskan uang hingga miliaran rupiah saat bermain judi di kasino di Singapura.
Aloy juga membantah bahwa Lukas Enembe melakukan pencucian uang ke kasino di luar negeri.
"Pak Lukas itu kasino itu kan, dia pergi berlibur dan memang apa, main, tapi bukan jumlah sefantastis sekian miliar," ujarnya.