Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

PRIHATIN Saat Brigadir J Diautopsi Ulang dan Beber Soal Luka Penganiayaan, Ini Kata Dokter Hastry

Berikut penjelasan Polwan ahli forensik, Sumy Hastry Purwanti atau Dokter Hastry, terkait jenazah Brigadir J yang ditembak di rumah Ferdy Sambo.

kolase Tribunnews
Dokter Hastry (kiri) dan Brigadir J (kanan). Dokter Hastry mengaku prihatin Saat Brigadir J Diautopsi Ulang dan Beber Soal Luka Penganiayaan. 

4. Semua organ lengkap

Kemudian ia juga menegaskan bahwa semua organ tubuh Brigadir J masih ada.

“Jadi memang kebiasaan dan di dunia forensik itu kalau kita udah buka kepala, kita awetkan kan, itu kan kalau orang timur, kita mikirnya pasti dibuka kan wajahnya. Kalau ditaruh di rongga kepala kan ada formalin pedes semua, makanya kita taruh di bagian dada atau dikembalikan di situ, yang penting ada,” bebernya.

Hal itu dilakukan, kata dia, karena kepala akan dijahit lagi dan jika tidak bisa tertutup rapat bisa merembes formalinnya.

“Itu kan direndem formalin. Cuma untuk memudahkan keluarga untuk lihat. Karena yakin biasanya orang meninggal itu terakhir dibuka wajahnya,” jelas dia.

Ia pun mengatakan bahwa hasil autopsi pertama dan kedua hasilnya sama.

“Adanya luka tembak aja sama, tapi mungkin yang kedua lebih susah karena udah dijahit kan, ditutup luka-lukanya yang bekas luka tembak masuk dan keluar. Terus ada pembusukan, ada juga luka pasca autopsi untuk mungkin memasukkan formalin,” ungkapnyaa.

Kemudian soal perbedaan jumlah luka tembak, kata dia, yang penting kan bukan luka jumlahnya.

“Kan kalau yang pertama pasti bisa lihat luka tembak masuk dan keluar. Yang kedua karena sudah ditutup kan pasti ada kerancuan luka tembak masuknya yang mana, keluar yang mana. Yang penting ada lubang luka tembak di situ. Pasti kan ada luka tembak yang mematikan yang membuat dia meninggal dunia,” tandas dia.

Misteri Penembak ke-3 Brigadir J

Sementara itu, siapa penembak ke-3 Brigadir J yang terjadi di rumah Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 hingga kini masih misterius. 

Adanya penembak ke-3 Brigadir J ini kali pertama diungkapkan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat berbincang di acara Rosi Kompas TV, Jumat (9/9/2022) malam.

Menurut Ahmad Taufan Damanik, adanya penembak ke-3 Brigadir J ini dimungkinkan setelah pihaknya  menemukan bukti-bukti dari autopsi maupun autopsi ulang, dan maupun uji balistik, bahwa jenis peluru yang ditembakkan ke Brigadir J bukan satu jenis.

Dua penembak Brigadir J sebelumnya sudah terindentifikasi menggunakan senjata Glock 17 dan HS 9.

Namun fakta terbaru ditemukan amunisi dari senjata api antik jenis Luger. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved