Berita Kota Kediri

Bentuk Tim Audit Penurunan Stunting, Pemkot Kediri Lakukan Pendampingan untuk 4 Sasaran

Saat ini angka stunting di Kota Kediri 12 persen, jauh di bawah Provinsi Jawa Timur, yakni 23 persen dan nasional 24 persen.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Pemkot Kediri melakukan percepatan penurunan stunting dengan Audit Kasus Stunting Semester I di Balai Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, Jumat (2/9/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kota Kediri melakukan upaya percepatan penurunan stunting atau gangguan pertumbuhan pada balita. Upaya itu dilakukan dengan melakukan Audit Kasus Stunting Semester I di Balai Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, Jumat (2/9/2022).

Pendekatan penurunan dan pencegahan stunting dilakukan melalui kegiatan pendampingan kepada empat sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, serta bayi di bawah dua atau lima tahun.

Pada kegiatan ini dihadirkan tim pakar di antaranya dokter spesialis anak, dokter spesialis obsetri dan genekologi, Psikolog dan Ahli Gizi.

Sumedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri menjelaskan, audit kasus stunting merupakan salah satu upaya dalam menurunkan angka kasus stunting, serta mencegah munculnya kembali kasus stunting di Kota Kediri.

Kegiatan prioritas ini sesuai dengan arahan pemerintah yang telah diatur dalam Peraturan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024.

"Kita adakan update stunting sebagai langkah penurunan stunting dan mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab stunting anak-anak di Kota Kediri dan nanti kita cari solusinya bersama-sama,” jelas Sumedi.

Saat ini angka stunting di Kota Kediri mencapai 12 persen, tetapi itu jauh di bawah Provinsi Jawa Timur, yakni 23 persen dan nasional 24 persen.

Untuk menyukseskan penurunan stunting, pemkot telah membentuk Tim Audit Kasus Stunting yang tersusun dalam SK Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Kediri tentang Tim Audit Kasus Stunting.

“Mudah-mudahan semua stakeholder terkait bisa bekerjasama. Dengan program ini Insya Allah pelan-pelan stunting di Kota Kediri diturunkan atau bahkan bisa zero stunting,” harapnya.

Sementara Chevy Ning Suyudi, Kepala Bappeda Kota Kediri selaku Ketua Tim TPPS mengatakan, sedang membuat regulasi agar Prodamas tahun 2024 bisa dimanfaatkan untuk skala kebutuhan prioritas seperti sanitasi, rumah tidak layak huni dan gizi.

“Kalau kita semakin serius dalam penanganan ini, maka yang terdata akan bertambah dan nanti pasti angkanya naik. Tetapi jangan khawatir karena kita ingin mengubah perilaku dan permasalahannya bisa kita deteksi," jelas Chevy.

Kepada para lurah, juga diminta membuka akses untuk masyarakat agar bisa bertanya dan belajar sehingga mengetahui informasi yang pasti. Kalau ada laporan dari bawah, Lurah bisa menghubungkan ke puskesmas agar masyarakat juga tidak lama menunggu.

"Mudah-mudahan di setiap kelurahan aksesnya bisa dibuka atau mungkin punya inovasi sendiri, misal seminggu sekali ada rutin cek kesehatan anak,” terangnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved