KKB Papua

4 Fakta Kronologi Oknum Perwira TNI Mutilasi Pendukung KKB Papua dan Rampas Uang Korban Rp 250 Juta

Terungkap 4 fakta kronologi oknum perwira TNI AD diduga terlibat mutilasi 4 pendukung KKB Papua dan serta merampas uang korban Rp 250 juta.

Editor: Iksan Fauzi
Sonora.id
Ilustrasi 4 fakta kronologi oknum perwira TNI AD mutilasi 4 pendukung KKB Papua dan merampas uang korban Rp 250 juta. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Terungkap 4 fakta kronologi oknum perwira TNI AD diduga terlibat mutilasi 4 pendukung KKB Papua dan serta merampas uang korban Rp 250 juta.

Dua oknum perwira TNI AD itu berpangkat Mayor dan Kapten. Sedangkan bawahannya pangkatnya beragam, yakni satu Praka dan tiga Pratu.

Pembunuhan secara sadis itu terungkap ketika warga menemukan mayat para korban di sungai yang kemudian diinvestigasi oleh jajaran Polda Papua dan Kodam Cenderawasih.

Pasalnya, pembunuhan secara keji itu sudah didengar oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Kedua petinggi TNI itu pun memerintahkan kepada Pangdam Cenderawasih,Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa untuk mengusut tuntas.

Saat ini, keenam prajurit TNI AD tersebut sudah ditahan. Sedangkan tiga warga sipil yang terlibat sudah ditangkap oleh Polda Papua.

“Di tahanan Pomdam Cendrawasih,” ujar Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal Chandra W Sukotjo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (29/8/2022) sore.

“Puspomad telah mengirimkan tim penyidik untuk membantu Pomdam,” kata Chandra.

Berikut daftar terduga pelaku mutilasi dari TNI AD: Mayor Inf HF, Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu R.

Berikut 4 fakta kronologinya

1. Pura-pura jual senjata api

Para pelaku berpura-pura ingin menjual senjata api kepada 4 korban.

Korban kemudian tertarik dan mendatangi para pelaku dengan membawa uang Rp 250 juta.

"Keempat korban dipancing oleh pelaku untuk membeli senjata jenis AK 47 dan FN seharga Rp 250 juta," ujar Faizal melalui pesan singkat, Minggu (28/8/2022).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved