Breaking News:

Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

4 Alasan IPW Yakin Kasus Brigadir J Rekayasa, Bukan Pelecehan Tapi Pembunuhan: Bharada E Tidak Jujur

Inilah 4 alasan yang membuat Indonesia Police Watch (IPW) makin yakin kasus kematian Brigadir J rekayasa belaka, bukan penembakan tapi pembunuhan.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
4 alasan IPW semakin yakin kasus Brigadir J hanya rekayasa belaka. Kasus itu diduga bukan karena pelecehan atau tembak-tembakan, tapi pembunuhan setelah dilihat dari pernyataan Bharada E yang tidak jujur. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Inilah 4 alasan yang membuat Indonesia Police Watch (IPW) semakin yakin bahwa kasus kematian Brigadir J rekayasa belaka, bukan penembakan tapi pembunuhan.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mencium adanya dugaan kuat rekayasa kasus Brigadir J setelah pengacara Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mengundurkan diri dari kuasa hukum.

Dari penilaiannya, mundurnya Andreas Nahot Silitonga dari kuasa hukum karena alasan kliennya dari awal tidak jujur.

Berikut alasan yang diungkapkan oleh Sugeng Teguh Santoso:

1. Pernyataan Bharada E berubah

Sugeng menilai, mundurnya Andreas harus dipandang dari aspek pengungkapan kasus yang dihadapi Bharada E.

Dengan mundurnya pengacara, artinya bisa dilihat di permukaan berarti Bharada E telah berubah pernyataanya.

"Berarti semakin mengungkapkan kasus rekayasa ini benar adanya," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso saat dihubungi Tribunnews.com (grup SURYA.co.id), Sabtu (6/8/2022).

Rekayasa yang dimaksud Teguh adalah kasus yang sedang dihadapi Bharada E bukan soal pelecehan, pengancaman Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan tujuh tembakan  dari korban.

"Itu rekayasa. Itu semakin kuat (Brigadir J mengeluarkan tujuh tembakan), dan yang ada adalah kasus pembunuhan," bebernya blak-blakan.

2. Bharada E tidak jujur

Sugeng menilai mundurnya tim kuasa hukum itu karena Bharada E tidak jujur sejak awal kepada pengacaranya.

Ia menilai, ketidak konsistensi pernyataannya terlihat dari pengakuannya dari awal.

Misalnya, Bharada E mengakui sejak awal sama dengan pernyatannya sekarang setelah ditangkap, maka pengacaranya tidak akan mundur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved