Kesehatan

Mengenali Insfeksi Paru-paru yang Sebabkan Tjahjo Kumolo Meninggal, Berikut Gejala dan Pencegahannya

Infeksi paru-paru menjadi penyebab Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kuolo meninggal dunia.

Editor: Iksan Fauzi
Dok Tribunnews
Mengenali insfeksi paru-paru yang menyebabkan Menpan RB, Tjahjo Kumolo meninggal dunia. Berikut gejala dan pencegahannya. 

6. Sesak napas

Sesak napas, kondisi sulit bernapas atau tidak bisa bernapas sepenuhnya harus segera ditangani dengan tepat.

Untuk itu, jika mengalami kesulitan bernapas harus segera menemui dokter.

7. Kelelahan

Biasanya penderita akan merasa lesu dan lelah saat tubuh melawan infeksi.

Sehingga, sangat penting untuk beristirahat selama waktu ini.

8. Mengi

Saat mengeluarkan napas, mungkin terdengar suara siulan bernada tinggi yang dikenal sebagai mengi.

Kondisi ini diakibatkan oleh saluran udara menyempit atau peradangan.

9. Kebiruan pada kulit atau bibir

Bibir atau kuku mungkin terlihat mulai agak biru karena kekurangan oksigen.

10. Suara berderak atau berderak di paru-paru

Salah satu tanda infeksi paru-paru adalah suara berderak di dasar paru-paru, juga dikenal sebagai bibasilar crackles. Suara ini dapat didengar menggunakan alat stetoskop.

Penyebab infeksi paru-paru

Bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis adalah tiga jenis infeksi paru-paru, yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.

Bronkitis

Mikroorganisme paling umum yang bertanggung jawab untuk bronkitis meliputi:

  • Virus seperti virus influenza atau virus pernapasan syncytial (RSV)
  • Bakteri seperti Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, dan Bordetella pertussis.

Pneumonia

Sementara itu, mikroorganisme yang umumnya menyebabkan pneumonia meliputi: 

  • Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Mycoplasma pneumoniae
  • Virus seperti virus influenza atau RSV

Dalam kasus yang jarang ditemui, infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh jamur seperti Pneumocystis jirovecii, Aspergillus, atau Histoplasma capsulatum.

Infeksi jamur paru-paru lebih sering terjadi pada orang yang mengalami imunosupresi, baik dari jenis kanker tertentu, HIV, atau karena mengonsumsi obat imunosupresif.

Pencegahan infeksi paru-paru

Tidak semua infeksi paru-paru dapat dicegah, tetapi dapat meminimalkan risiko dengan beberapa tips berikut:

  • Mencuci tangan secara teratur
  • Menghindari menyentuh wajah atau mulut Anda
  • Menghindari berbagi peralatan, makanan, atau minuman dengan orang lain
  • Menghindari tempat ramai yang mudah menularkan virus
  • Tidak merokok tembakau
  • Mendapatkan suntikan flu setiap tahun untuk mencegah infeksi influenza

Bagi kelompok yang berisiko tinggi, cara terbaik untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dengan melakukan vaksinasi konjugasi pneumokokus PCV13 dan vaksinasi polisakarida pneumokokus PPSV23.

Vaksin ini direkomendasikan untuk bayi, orang tua, orang yang merokok, dan kelompok yang memiliki kondisi kesehatan kronis.

Sistem kekebalan biasanya mampu membersihkan infeksi paru-paru virus dari waktu ke waktu, dengan antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi paru-paru bakteri.

Apabila mengalami sulit bernafas, warna kebiruan di bibir atau ujung jari, nyeri dada parah, demam tinggi, serta batuk berdahak semakin parah, diimbau untuk segera menghubungi dokter.

Adapun kelompok lansia, anak-anak di bawah usia 2 tahun, dan orang dengan kondisi kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang terganggu, harus segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala infeksi paru-paru.

Update berita lainnya di Google News SURYA.co.id

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Infeksi Paru-Paru: Proses Infeksi, Gejala, dan Penyebabnya"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved