Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

UPDATE KASUS SUBANG, Wajah Korban Tuti Luka Parah Ulah Psikopat dan Perhiasan Dibawa Anak Yoris

Di balik kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang menewaskan Tuti Suhartini dan putrinya, Amalia Mustika Ratu, baru-baru ini terungkap sosok psikopat.

Editor: Iksan Fauzi
kolase youtube Hastry Forensik/dok
Kasus Subang berjalan sudha hampir 11 bulan. Terungkap, wajah korban Tuti Suhartini mengalami luka parah diduga ulah psikopat. Sementara, Yosef membantah memberikan perhiasan kedua korban kepada istri mudanya. 

"Saya tahu, tapi gak mau ngomong," ujarnya.

Dokter Hastry beralasan statusnya yang seorang polisi mengharuskan mematuhi undang-undang.

"Sesuai undang-undang yang berlaku, saya hanya bicara ke penyidik. Hasilnya kita serahkan ke penyidik," tegasnya.

Pelaku psikopat

Sebelumnya, dr Hastri menyebut pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat diduga seorang psikopat.

Bukan tanpa alasan dr Hastry menyebut pelaku seorang psikopat karena jelas sekali luka-luka yang dibuat ke korban.

"Itu sesuatu yang memang mempengaruhi dia secara kepribadian," kata Hastry dalam podcast yang dipandu pemilik akun youtube Anjas di Thailand.

Dijelaskan Hastry, seorang psikopat kerap melakukan sesuatu yang diluar nalar serta tidak pandang bulu, apakah saudara, ibu, adik, anaknya atau sahabatnya.

Seorang psikopat ini secara penampakan terlihat baik-baik saja. Berbeda dengan orang yang kesannya seperti preman, tapi justru hatinya baik.

"Karena ada gangguan di organ otaknya yang tidak terbentuk secara sempurna," katanya.

Di kasus Subang ini Hastry melihat kekesalan mendalam dari pelaku.

Hal ini dibuktikan dengan adanya luka biru-biru di mata Amel serta luka lainnya.

"Yang saya yakin orangnya sangat membenci sekali ke bu Tuti karena lukanya begitu parah di bagian wajah," terang dokter Hastry.

"Apa yang membuat orang begitu membenci?," tanya Anjas.

Menurut Hastry, ada seseorang yang memang dilahirkan dengan tidak jelas atau salah asuh dan mekanisme pertahanan jiwanya rapuh.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved