Berita Tulungagung
Upacara Adat Ulur-Ulur di Telaga Buret Tulungagung Kembali Digelar
Upacara adat Ulur-Ulur di Telaga Buret Desa Sawo, Campurdarat, Tulungagung, kembali digelar secara terbuka.
Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
Sumur ini yang dimanfaatkan kesehariannya untuk keperluan konsumsi.
"Ulur-ulur adalah tradisi ratusan tahun yang terjaga sampai sekarang. Meski sekarang kemasannya sudah berbeda, mengikuti perkembangan zaman," tutur Karsi.
Lewat ulur-ulur, warga empat desa itu bukan sekedar menjaga tradisi.
Yang yang lebih penting dari upacara adat ini, lanjut Karsi, adalah tradisi menjaga kelestarian lingkungan Telaga Buret.
Lewat kesakralan turun temurun yang terjaga, turut andil untuk mengamankan hutan di sekitar telaga ini.
"Kemasan kesenian hanyalah tuntutan zaman. Namun yang penting adalah tradisi menjaga lingkungan Telaga Buret," tandas Karsi.
Jalannya Upacara
Upacara didahului dengan iring-iringan masyarakat adat Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo ke lokasi Telaga Buret.
Mereka langsung menghadap altar tempat Dewi Sri dan Joko Sedono.
Dewi Sri adalah dewi padi yang melambangkan kesuburan atau kelimpahan pangan.
Sedangkan Joko Sedono melambangkan wastro atau kemurahan sandang.
Puncak acara adalah jamasan sosok Dewi Sri dan Joko Sedono ini.
Patung keduanya dimandikan dan didandani, lalu diberi minyak dan mahkota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/upacara-adat-ulur-ulur-campurdarat-tulungagung.jpg)