UPDATE KASUS SUBANG, Eks Bendahara Curiga Pembunuhan Terkait Yayasan, Dana Bos Biang Keroknya?

Dugaan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ada sangkut pautnya dengan yayasan Bina Prestasi Nasional, semakin menguat.

Editor: Musahadah
kolase youtube kompas TV/tribun jabar
Yoris Raja Amanullah belum menanggapi petisi terkait dugaan pencucian uang di yayasan Bina Prestasi Nasional. Terbaru, eks bendahara curiga pembunuhan terkait yayasan. 

Sementara pencairan BOS tahap 3 oleh kasek Wahyu dan dia. 

Sementara untuk pencairan tahap 1 tahun 2022 dilakukan dia dengan Iwan, kepala sekolah baru yang menggantikan Wahyu. 

Hal itu terjadi karena Wahyu keluar setelah pencairan 2021 tahap 3.

Pencairan itu diketahui Yoris yang kembali menjadi ketua yayasan. 

Namun, setelah pencairan itu dia justru diberhentikan dengan tidak hormat dari bendahara sekolah oleh Yoris. 

Ironisnya, surat pemberhentian tertanggal 27 April 2022 yang ditandatangani Yoris itu diketahui dari WA grup. 

"Saya mrasa tidak dihargai karena tidak ada panggilan pertama, kedua," akunya. 

Lalu, siapa pengganti dia sebagai bendahara sekolah? 

Mr X mengaku tidak mengetahui pasti, namun setelah didesak dia pun akhirnya mengakui jika bendahara sekolah kini juga dipegang oleh Yoris. 

Sementara bendahara yayasan diduga dipegang istri Yoris, Yanti Jubaedah.  

Kenapa Yoris bisa merangkap ketua yayasan dan bendahara sekolah, Mr X mengaku tidak mengetahui pasti. 

Hanya saja diakuinya, Yoris memang sempat keluar dari yayasan setelah kasus pembunuhan itu. 

Bahkan, SK dia sebagai bendahara masih ditandatangani Yosef karena saat itu Yoris belum aktif kembali. 

Kalau sekarang Yoris menguasai yayasan kembali, Mr X tidak tahu. 

Lihat video selengkapnya

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved