Kecelakaan di Tol Surabaya Mojokerto

Reka Ulang Detik-detik Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Tol Sumo, Sopir Terlempar Sejauh 20 Meter

Penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota melakukan reka ulang adegan kecelakaan maut bus pariwisata yang terjadi di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Tersangka Ade Firmansyah, sopir bus maut saat memperagakan reka ulang adegan kecelakaan maut yang mengakibatkan 16 korban meninggal dunia di Tol Surabaya-Mojokerto KM712.400/A, Kamis (2/6/2022). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota melakukan reka ulang adegan kecelakaan maut bus pariwisata yang mengakibatkan 16 korban meninggal dunia di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM712.400/A, Kamis (2/6/2022), sekitar pukul 11.00 WIB.

Adapun temuan adegan reka ulang kecelakaan tersebut diketahui tersangka Ade Firmansyah (29), yang mengemudikan bus terlempar kurang lebih sejauh 20 meter dari kursi kemudi saat terjadi kecelakaan bus menabrak tiang VMS (Variable Message Sign) di sisi kiri jalan tol.

Rekontruksi pertama dilakukan di parkiran sisi timur Exit Tol Penompo, sebagai lokasi pengganti di mana saat para penumpang menaiki bus pariwisata dari Benowo, Surabaya.

Dalam reka ulang tersebut, tersangka Ade Firmansyah tampak mengenakan baju tahanan warna oranye memeragakan adegan duduk di samping sopir bus sebagai kernet.

Dalam perjalanan bus berpenumpang 34 orang plus sopir dan kernet itu berangkat dari Surabaya hingga tiba di tempat pariwisata kawasan Dieng Jawa, Tengah dan Malioboro, Yogyakarta.

"Ada tiga adegan reka ulang yang utama  kecelakaan bus di Tol Mojokerto, saat bus berangkat dari Surabaya menuju pariwisata di Dieng Jawa Tengah, Malioboro Yogyakarta dan pulang berhenti di Rest Area Wilangan, Saradan hingga terjadi kecelakaan di tol Mojokerto," ucap Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjoto Budi Santoso di lokasi reka ulang, Kamis (2/6/2022).

Heru mengatakan, lokasi reka ulang adegan kedua berada di bahu jalan Exit Tol Penompo yang merupakan tempat pengganti saat bus pariwisata berhenti dan penumpang istirahat untuk menunaikan salat subuh di Rest Area Wilangan, Saradan.

Saat itu, sopir bus, Ahmad Ari Ardiyanto (31) asal Gadeng Watu, Menganti, Gresik yang berstatus sebagai saksi memeragakan adegan membuka pintu bagasi bus dan
beristirahat hingga tertidur pulas.

Di saat itulah terjadi pergantian sopir, di mana saat itu tersangka Ade Firmansyah merasa kasihan melihat sopir utama tidur sehingga berinisiatif mengambil alih kemudi bus.

Kemudian, tersangka Ade menutup pintu bagasi dan tidak membangunkan si sopir
dan menuju ke kursi depan untuk mengemudikan bus arah pulang dari Rest Area Wilangan, Saradan menuju Surabaya.

"Perjalanan pulang dari wisata Dieng, Malioboro dan Rest Area Ngawi kemudian diambil oleh kernet-nya (Ade Firmansyah) di Rest Area Saradan melanjutkan perjalanan hingga terjadi kecelakaan di KM712.400 Tol Surabaya-Mojokerto," jelas Heru.

Heru menjelaskan, tersangka Ade Firmansyah memeragakan adegan setelah terjadi kecelakaan yang berlokasi di tempat ketiga yakni KM712.400 jalan Tol  Surabaya-Mojokerto. Sopir bus sempat terpental sejauh kurang lebih sekitar 20 meter dari lokasi kejadian kecelakaan.

"Tersangka terlempar keluar saat terjadi kecelakaan dalam kondisi tidur telentang," ungkapnya.

Setelah kecelakaan itu, sopir bus utama Ahmad Ari Ardiyanto terbangun dan
menarik sling kawat untuk membuka pintu bagasi dari dalam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved