KKB Papua
Tak Tinggal Diam Prajurit Marinir Gugur Ditembak KKB Papua, ini Langkah Tegas Laksamana Yudo Margono
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono tak tinggal diam setelah beberapa prajurit marinir gugur ditembak KKB Papua.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
“Dia (Miftah) itu sudah jadi tentara, kalau pulang masih biasa mengantarkan nasi bungkus ke warung-warung,” kata Harsono, Minggu (24/4/2022) .
Sebelum tergabung dalam Satgas Trisula di Papua, Dwi Miftahul Akhyar adalah anggota Yon Taifib 2 Pasmar 2 di Surabaya.
Setiap pulang ke rumah, ia tetap tidak malu mengantar nasi bungkus yang dijual ibunya, Rumina selama ini.
Apa yang diungkapkan Harsono senada dengan pengaukuan tetangga lainnya, Saroh (53).
Namun, ia lebih melihat bagaimana perjuangan Rumina dalam mendidik anaknya.
Rumina, dikenal sebagai pribadi yang baik dan rasa sosialnya cukup tinggi.
” Ibu Rumina itu seperti anaknya (Miftahul), sederhana dan baik,” katanya.
Kesaksian Saroh ini tidak beda jauh dengan pengakuan Luthfa (54), seorang tenaga pendidik di kampung itu.
Ia mengungkapkan, Rumina baru saja berbagi kepada jemaah masjid untuk menyambut Miftah yang rencana akan pulang dari tugas di Papua.
“Baru kemarin bancaan di masjid untuk minta doa jamaah karena anaknya mau pulang dari tugas,” kata Luthfa.
Tapi dalam perkembangannya ada informasi kalau anaknya telah berpulang untuk selamnya.
Pratu Dwi Miftahul Akhyar gugur akibat serangan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) di sekitar Kalikote, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (23/4/2022).
Meninggalnya Praka (Anumerta) Dwi Miftahul Akhyar ini menyisakan suasana duka di pihak keluarga.
Namun ada yang menggembirakan bagi anggota keluarganya sebelum alamarhum menghadap Sang Kholiq.
Menurut kakak korban, Yanta, ada perubahan pada adiknya pada dua bulan terakhir sebelum meninggal.