KKB Papua
Tak Tinggal Diam Prajurit Marinir Gugur Ditembak KKB Papua, ini Langkah Tegas Laksamana Yudo Margono
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono tak tinggal diam setelah beberapa prajurit marinir gugur ditembak KKB Papua.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Praka Dwi Miftahul Marinir Asal Lamongan Korban KKB Papua
Berikut rangkuman fakta tentang Praka Dwi Miftahul Akhyar, prajurit marinir asal Lamongan, Jawa Timur, yang jadi korban KKB Papua.
Terungkap sosok sebenarnya Praka Dwi Miftahul Akhyar di mata keluarganya.
Ia ternyata merupakan sosok yang berbakti kepada kedua orangtuanya.
Salah satu buktinya, Praka Dwi tidak malu membantu sang ibu mengantar nasi bungkus kepada pelanggan.
Selain itu, firasat yang berbeda dirasakan orangtuanya, Sartono, sebelum Praka Dwi gugur di tangan KKB Papua.
Berikut ulasan selengkapnya.
1. Sosok Praka Dwi Miftahul Akhyar
Sosok berbakti Praka (Anumerta) Marinir Dwi Miftahul Akhyar semasa hidup pada orangtuanya menyisakan kisah mengharukan.
Praka Marinir Dwi Miftahul Akhyar yang gugur menjadi korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua tidak malu membantu sang ibu mengantar nasi bungkus kepada pelanggan, kendati sudah menjadi tentara.
Ya, almarhum Praka Dwi Miftahul Akhyar ((26), yang gugur akibat serangan KKB Papua di sekitar Kalikote, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (23/4/2022), dikenal sebagai pribadi sederhana dan berbakti pada orangtua.
Harsono (48), tetangga Dwi Miftahul Akhyar di Kelurahan Babat, Lamongan, Jawa Timur (Jatim), mengaku salut dengan sikap dan akhlak alamarhum.
Ia melihat keikhlasan almarhum dalam membantu ibunya yang berjualan nasi bungkus.
Sejak masih sekolah di SD hingga SMP di Babat, Dwi Miftahul Akhyar selalu membantu orang tuanya.
Ia setiap hari mengantarkan nasi bungkus buatan ibunya untuk dititipkan di sejumlah warung.