KKB Papua
UPDATE KKB Papua, Firasat Ayah Pratu Mar Dwi Miftahul Akhyar di Lamongan, Tak Bisa Tidur Semalaman
Meninggalnya seorang prajurit Praka (Anumerta) Dwi Miftahul Akhyar (26) warga Kelurahan Babat, Lamongan, menyisakan suasana duka di pihak keluarga
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
Sartono benar merasa sedih kehilangan sang putra yang masih lajang itu.
Dia diakui sebagai anak yang baik.
Sejak kecil hingga dewasa dan menjadi anggota TNI, akhlaknya tetap, dia santun dan baik dengan semua orang.
"Kalau pulang maupun hendak berangkat tugas selalu pamit dan jabat tangan dengan para tetangga, termasuk dengan keluarga," katanya.
Mif, katanya, punya rencana juga akan mengumpulkan teman- teman sekolahnya ketika sudah pulang dari tugas di Papua.
"Anak itu baik, santun sama semua orang," kata Sartono.
Bahkan, almarhum belum berencana untuk menikah karena ingin melanjutkan sekolah sebagai seorang tentara.
"Dia belum, belum punya pacar. Dia tidak mikir itu, karena maunya hanya ingin sekolah dulu," ungkapnya.
Sartono berharap kejadian yang dialami anaknya menjadi insiden terakhir.
Kberadaan KKB segera bisa diselesaikan.
Doa dari semua orang untuk anaknya sangat ia harapkan.
"Semoga khusnul khotimah," ujarnya.
Ia juga memohon maaf pada semua teman, dan orang yang kenal dengan almarhum untuk dimaafkan.
Hingga berita dikirim, ibu almarhum, Rumina belum biasa diajak bicara, ia masih shock dan hanya berucap berulangkali kalau anaknya masih sehat.