SOSOK Janda PNS Jadi Rebutan Kasatpol PP Makassar dan Honorer Dishub Picu Pembunuhan, Kirim Algojo

Inilah sosok janda PNS berparas cantik yang diduga menjadi penyebab Kasatpol PP Makassar dan honorer Dishub rebutan hingga jadi pemicu pembunuhan.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase dok Pribadi
Sosok janda PNS cantik yang diduga menjadi rebutan Kasatpol PP Makassar dan honorer Dishub hingga memicu pembunuhan. Otak pembunuhan kirim algojo. 

Wanita itu juga pernah menjadi anak buah pelaku yang pernah menjabat Kadishub Makassar sebelum menjadi Kasatpol PP Makassar.

"(Yang didekati) salah satu kepala seksi di Dishub," katanya.

Juni Sewang kemudian menyebut perempuan tersebut berinisial RCH.

"Perempuan yang dimaksud itu benar inisial RCH," kata Juni Sewang.

Diduga bayar algojo Rp 84 juta

Kasus pembunuhan pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang terus bergulir.

Diberitakan sebelumnya, awalnya Najamuddin Sewang diduga tewas kecelakaan tunggal di Jl Danau Tanjung Bunga, Minggu (3/4/2022) siang.

Namun setelah jasadnya hendak dikafani, keluarga menemukan adanya lubang di tubuh almarhum.

Polisi akhirnya turun tangan.

Setelah hampir dua minggu kasusnya bergulir, polisi mengungkap siapa otak pembunuhan dan motifnya, serta peran tersangka lainnya.

Kepala Satpol PP Makassar, M Iqbal Asnan ditetapkan sebagai tersangka sekaligus otak pembunuhan almarhum Najamuddin Sewang.

Iqbal Asnan meminta tolong oknum polisi inisial SR sebagai eksekutor untuk menghabisi Najamuddin Sewang.

Dari perannya itu, SR mendapatkan uang Rp 85 juta sebagai uang terima kasih.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto saat konferensi pers di Aula Mapolrestabes, Senin (18/4/2022), menjelaskan uang itu bukanlah untuk membayar jasa SR.

Disebutkan, Iqbal Asnan memberikan uang tersebut sebagai ucapan terima kasih.

"Uang Itu bukan untuk membayar, tapi ucapan terimakasih saja," ujar Kombes Pol Budhi Haryanto.

Adapun alasan SR membantu Iqbal Asnan karena ikut merasakan sakit hati.

"Eksekutor ini juga ikut sakit hati ketika si otak pelaku disakiti perasaannya oleh si korban," kata Budhi.

Akibat dari tindakan oknum anggota Polri tersebut, Kombes Pol Budhi Haryanto, menegaskan pelaku akan mendapatkan hukuman yang lebih berat.

"Kita sesuaikan dengan peraturan yang ada. Kita akan proses dan berikan sanksi yang lebih berat," katanya.

"Disamping hukuman pidana. Kita akan lakukan proses melalui kode etik," lanjutnya.

Beli Senjata Online

SR memperoleh senjata itu melalui online yang juga terlibat jaringan teroris.

"Senjata ini dibeli melalui online yang setelah kita selidiki ternyata terkait dengan jaringan teroris," ujarnya.

Dalam press release itu juga dihadirkan barang bukti Ada dua motor yang dihadirkan.

Yaitu motor Mio hitam berplat nomor DD 4412 DY yang dikendarai Najamuddin Sewang.

Dan motor matik Beat berplat DD 5951 KD yang dikendarai pelaku atau eksekutor.

Selain itu juga dihadirkan barang pistol jenis revolver yang digunakan menghabisi nyawa Najamuddin.

Juga puluhan selongsong atau amunisi yang diamankan polisi.

Otak pembunuhan

Sebelumnya diberitakan, polisi yang dipimpin Kapolrestabes Makassar, Kombes Budhi Haryanto menangkap Iqbal Asnan dan 3 orang lainnya.

Ketiganya adalah insial S, AKM, dan A.

Iqbal Asnan ditangkap di rumahnya di Jalan Muh Tahir, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu sore kemarin.

Satreskrim Polrestabes Makassar kini telah menetapkan keempatnya sebagai tersangka.

Penangkapan Iqbal Asnan berselang 2 pekan setelah kematian Najamuddin Sewang.

Nyawa Najamuddin Sewang dihabisi eksekutor di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Ahad atau Minggu (3/4/2022), sekitar pukul 10.45 Wita.

Awalnya, korban diduga meninggal karena kecelakaan lalu lintas tunggal sebab terjatuh dari sepeda motor.

Namun, belakangan terungkap jika korban tewas ditembak sebab di bawa ketiak kirinya bersarang proyektil peluru.

Polisi lalu membawa proyektil peluru tersebut ke laboratorium forensik untuk diperiksa.

Guna mengungkap siapa pelaku penembakan dan apa motifnya, polisi memeriksa 20 saksi dalam tempo hampir 2 pekan.

"Adapun saksi yang sudah kita periksa sebanyak 20 orang. Untuk tersangka kita tetapkan 4 orang. Keempat pelaku beriinisial S, MIA (M Iqbal Asnan), AKM dan A," ujar Kombes Budhi Haryanto dalam konferensi pers di Mapolrestabes Makassar.

Kombes Budhi Haryanto sekaligus mantan Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Jateng mengungkap peran keempat tersangka.

Iqbal Asnan disebutkan merupakan otak dari pembunuhan berencana pada 3 April lalu itu.

Sementara SR, AKM, dan A disebut berperan sebagai eksekutor, pemantau, atau penggambar di lokasi.

"Ada otak pelaku, ada yang merencanakan terus sampai dengan eksekutor. Sementara otak pelaku adalah pejabat Kota Makassar (M Iqbal Asnan)," kata Kombes Budhi Haryanto.

Motif asmara

Motif asmara pun disebut mendalangi pembunuhan Najamuddin Sewang.

Menurutnya, Iqbal Asnan dan almarhum Najamuddin Sewang terlibat cinta segitiga dengan seorang perempuan.

"Untuk motif dari para pelaku ini adalah cinta segitiga, maupun motif pribadi," kata Kombes Budhi Haryanto.

Atas dasar itu, ia pun memastikan kasus penembakan itu bukanlah aksi teror.

"Jadi saya ulangi tidak ada teror di Kota Makassar ini, tapi ini adalah motif atau masalah pribadi," kata perwira menengah Polri itu.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Bukan Uang Jasa, Ini Alasan Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan Beri Rp 85 Juta ke Penembak Najamuddin

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved