Grahadi

Partai Demokrat

Dorong Dua Periode untuk Khofifah-Emil, Demokrat Dinilai Menempuh Langkah Cerdas untuk Ungkit Suara

Namun justru ini yang menjadi nilai tambah. Suara partai pada Pemilu Legislatif yang digelar Februari 2024 akan terungkit

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Deddy Humana
surya/fatimatuz zahro
Gubernu-Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, menilai keputusan Fraksi Demokrat DPRD Jatim yang sepakat melanjutkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dua periode, merupakan langkah cerdas.

Duet Khofifah dan Emil yang dilanjutkan, diyakini akan mampu menjadi kombinasi yang sangat baik khususnya dalam melanjutkan program-program yang telah dilakukan selama ini.

"Keputusan itu adalah langkah cerdas dan yang memiliki inisiatif sangat memahami peta politik ke depan," kata Surokim ketika dihubungi dari Surabaya, Rabu (13/4/2022).

Menurut Surokim, hingga kini tak ada satu partai politik pun yang berani menyatakan dukungan untuk pasangan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kendati masih digelar pada akhir 2024.

"Namun justru ini yang menjadi nilai tambah. Suara partai pada Pemilu Legislatif yang digelar Februari 2024 akan terungkit. Apalagi diketahui bersama bahwa pasangan petahana akan lebih menjadi daya tarik," tukasnya.

Tidak hanya itu, posisi Demokrat di Jatim yang disebutnya partai menengah, akan terdongkrak dengan keputusan mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sejak awal.

Pengamat yang juga dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM tersebut menilai akan menjadi banyak keuntungan bagi Demokrat karena berani menyatakan dukungan di Pilkada 2024.

Pertama, katanya, Demokrat akan dikenal sebagai partai inisiator untuk pasangan Khofifah-Emil, lalu menjadi responsif sekaligus memberi nuansa baru karena berani mengambil momentum yang sekaligus membuat persiapan lebih baik.

Berikutnya, Demokrat mencoba untuk tidak bergantung ke partai politik lain sehingga bisa meninggalkan kesan kalem menjadi partai inisiator. "Keuntungan lainnya, pengurus dan kader juga lebih mudah konsolidasi, lalu memiliki posisi yang sudah terang karena sudah memutuskan," ujar akademisi sekaligus peneliti senior asal Surabaya Survei Center itu.

"Posisi sebagai partai pertama yang mengusung akan menjadi modal berharga karena yang lain belum mengumunkan. Ini juga bagus karena Demokrat menurut saya tidak boleh terlalu kalem, tetapi harus lebih agresif," tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim, Agung Mulyono menyatakan kesepakatan mengusung pasangan Khofifah-Emil sebagai pemimpin di Jatim periode 2024-2029 tertuang usai dilakukan pertemuan internal beberapa hari lalu.

Menurut politikus yang juga dokter tersebut, Gubernur Khofifah dinilai berhasil sebagai pemimpin, termasuk sukses menanggulangi Covid-19, lalu mampu cepat bangkit dan membuat sektor ekonomi terjaga.

Selain itu, beragam penghargaan dari pemerintah pusat maupun lembaga-lembaga lainnya membuktikan bahwa Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah-Emi Dardak sangat diakui berbagai pihak.

"Hampir semua hal yang mempengaruhi 11 faktor Indeks Kinerja Utama (IKU) di Jatim dapat tercapai di era kepemimpinan beliau berdua. Sehingga tak ada alasan untuk tidak melanjutkan duet yang sangat klop ini di Pilkada tahun 2024," ucap Agung. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved