Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

KASUS SUBANG TERBARU, Danu Pasrah Dituding Bohong dan Singgung Dosa, Pengacara Beri Balasan Menohok

Mendekati penetapan tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang seperti dijanjikan Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana, asumsi-asumsi liar marak

Editor: Musahadah
youtube Heri Susanto
Muhammad Ramdanu alias Danu pasrah dituding berbohong soal banpol dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

SURYA.CO.ID - Mendekati penetapan tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang seperti yang dijanjikan Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana, asumsi-asumsi liar kian ramai. 

Asumsi liar kini mengarah ke saksi Muhammad Ramdanu alias Danu yang dituding telah berbohong atas kesaksiannya mengenai oknum bantuan polisi (banpol) yang menyuruhnya masuk TKP. 

Danu bahkan didesak untuk melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah dalam kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu

Mengenai hal ini, Danu tampak pasrah.

Menurutnya ia pun tak bisa berbuat apa-apa, karena ia yakin segala sesuatu yang menentukan Sang Maha Kuasa.

Baca juga: UPDATE KASUS SUBANG, Danu Diserang Isu Foto Banpol Palsu dan Didesak ke LPSK, Ini Kata Pengacaranya

“Simple aja sih bang menurut Danu mah,”

“Apapun di luar sana, mereka yang menggoreng Danu istilahnya, mengembalikan ke mereka, yang menentukan kan Allah,” ujar Danu, dikutip dari tayangan Heri Susanto, Selasa (29/3/2022).

Bila dia dicurigai, Danu meyakini kepribadian dan perilaku dirinya bisa dinilai publik.

Untuk menanggapi kecurigaan publik, Danu mengaku hanya bisa membuktikannya dirinya tak bersalah lewat perilaku yang baik.

Kemudian Danu mengungkap saat ini dirinya fokus terhadap dirinya sendiri.

Baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bekerja sampingan hingga membantu orangtua.

"Danu mah, istilahnya mah husnudzon, berprasangka baik aja.

Mudah-mudahan dari mereka, dosa-dosa Danu digugurkan aja. Dosa dikurangin," tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Danu kian tersudut ketika sebuah channel youtube menuding foto banpol hanya editan. 

Seperti diketahui, oknum banpol ini diakui Danu sebagai orang yang menyuruhnya masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu

Danu menjelaskan bahwa oknum banpol ini memintanya masuk ke mobil Alphard yang sebelumnya dipakai untuk meletakkan jenazah Tuti dan Amel. 

Oknum banpol ini juga diakui Danu telah menyuruhnya menguras bak mandi, tempat jenazah Tuti dan Amel dimandikan. 

Danu bahkan mengaku memotret oknum banpol itu untuk kemudian dikirim ke Yoris Raja Amanullah sebagai laporannya. 

Namun, foto banpol yang dikirimkan Danu ke Yoris inilah yang disebut-sebut oleh sebuah akun youtube itu  99 persen editan.

Selain itu, sikap keponakan korban Tuti Suhartini dan sepupu korban Amalia Mustika Ratu yang kerap membuat konten youtube juga menjadi sorotan. 

Balasan Menohok Kuasa Hukum Danu 

Danu diserang menjelang penetapan tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang. Begini reaksi kuasa hukumnya.
Danu diserang menjelang penetapan tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang. Begini reaksi kuasa hukumnya. (youtube)

Menanggapi tudingan ini, kuasa hukum Danu, Achmad Taufan Soedirjo bereaksi santai.

Menurutnya, fakta mengenai banpol ini sudah disampaikan ke penyidik. 

"Bukti-bukti sudah diserahkan ke Polda. Saat BAP di polres juga disampaikan.

Artinya kalau ada hal yang diragukan penyidik, pasti kami dikonfirmasi. Pasti ada pemeriksaan ulang klien kami," kata Taufan. 

Terkait tantangan agar Danu meminta bantuan LPSK, Taufan menilai itu provokasi yang berpotensi membuat opini-opini menjadi liar. 

Menurutnya tidak ada urgensinya masalah Danu dengan LPSK karena LPSK untuk melindungi saksi apabila dikhawatirkan dapat berpotensi berbahaya.

"Danu biasa-biasa saja, penyidik menjalankan penyidikan dengan baik, humanis. Penyidik-penyidik juga baik dalam menyampaikan pertanyaan. TIdak  da hal yang urgen untuk kita le LPSK. 

Danu ini saksi yang sama posisinya dengan saksi lain.

TIdak perlu ditantang, karena belum urgensi. Kami sebagai kuasa hukum yang berhak melakukan apapun langkah-langkah demi melindungi klien kami," jelas presiden ATS Law Firm ini. 

Taufan menegaskan, pihaknya sampai saat ini percaya bahwa Danu tidak bersalah dalam kasus ini. 

Meski demikian, jika akhirnya nanti polisi berpendapat berbeda, dia siap menghadapinya.

"Kalau hasilnya polisi apa, kita nanti berjiwa besar dan harus menghadapi," katanya. 

Dia memastikan tidak akan terpancing dengan konten-konten tersebut dan dia juga yakin polisi tidak akan terpengaruh karena mereka memiliki SOP dan cara-cara sendiri untuk mengungkap kasus subang. 

Dia justru meminta para konten creator untuk melapor ke polisi jika memiliki analisis terkait kasus subang. 

"Kalau ragu dengan klien kami, silahan ketemu kami," tegasnya. 

Lihat video selengkapnya

Di bagian lain, youtuber Herry Susanto yang selama ini berada di pihak Danu, menjadi sasaran Bully netizen setelah ada isu foto banpol editan.

Banyak  yang menganggap dia telah salah memuja Danu. 

Menyikapi hal ini, Heri Susanto pun langsung menampiknya.

Menurutnya, tudingan kalau foto banpol editan itu belum tentu benar. 

Apalagi, channel youtube yang menuduh membubuhi kata 'sepertinya' saat menyebut 99 editan. 

Terkait tudingan dia memuja Danu, Heri membantahnya.

"Saya tidak mendewakan atau memuja siapapun. Lebih jelasnya saya tidak memuja Danu. Yang saya puja, Tuhan yang maha kuasa. Bahkan kepada keluarga, istri tidak terlalu memuja-muja seperti itu," katanya dikutip dari channel youtube-nya. 

Terkait asumsi liar soal banpol ini, Heri menyerahkan kepada pihak kepolisian karena kuasa hukum Danu sudah memberikan foto banpol itu kepada penyidik. 

Bahkan, kuasa hukum Danu juga menyerahkan bukti percakapan antara Kades Jalancagak Indra Zainal Alim dengan oknum banpol itu ke penyidik. 

"Bener atau tidaknya kita tunggu saja pihak kepolisian," katanya.

Pengakuan Banpol

Sosok Banpol U yang Minta Danu Masuki TKP Pembunuhan di Subang Terungkap, Warga Sebut Fakta Berbeda
Sosok Banpol U yang Minta Danu Masuki TKP Pembunuhan di Subang Terungkap, Warga Sebut Fakta Berbeda (Kolase Tribun Jabar/Dwiky MV)

Sebelumnya, bukti percakapan antara Indra Zainal dan oknum banpol juga sempat dibocorkan oleh youtuber Anjas di Thailand. 

Youtuber Anjas ini membeber kesaksian oknum banpol berinisial  D alias C yang meminta Danu masuk ke mobil Alphard yang menjadi salah satu TKP.

Peristiwa itu terjadi pada malam hari setelah proses identifikasi TKP selesai atau tanggal 18 Agustus 2021.

“Malam hari setelah selesai identifikasi memang benar Danu itu saya ajak masuk ke mobil Alphard hitam tersebut,” ujar oknum banpol berinisial D.

Anjas menceritakan klarifikasi oknum banpol D yang berinisatif membawa mobil Alphard ke Polsek Jalan Cagak.

Hal itu lantaran tak ada rekannya yang mau membawa mobil itu.

Lalu, kata Anjas, banpol itu  mengaku meminta bantuan Danu karena tidak ada temannya di TKP.

Rupanya tak hanya Danu, di sana juga ada pria bernama Heri.

Danu duduk di kursi belakang di sebelah kiri dan pria bernama Heri duduk di sampingnya.

Kesaksian banpol ini hanya untuk memastikan bahwa yang menyuruh Danu bukanlah polisi, tetapi banpol. 

Kenapa saat itu yang disuruh Danu dan apakah itu bagian dari skenario untuk mem-framing Danu dengan meninggalkan jejaknya di TKP? 

Menurut Anjas, kemungkinan itu bisa saja terjadi selain memang karena alasan saat itu kondisi sedang libur, masih PPKM dan tidak banyak petugas yang siap siaga. 

Sementara terkait kesaksian banpol U yang meminta Danu menguras bak mandi TKP disebut karena perintah polisi.

Dalam keterangannya, banpol U mengatakan dirinya ditugaskan Jatrantras menguras bak di TKP.

Saat tiba di TKP, banpol U mengaku melihat pria bernama Danu dan meminta bantuannya menguras bak tersebut.

Ia mengaku saat meminta bantuan tersebut tak ada unsur pemaksaan atau pun hal-hal aneh lainnya.

Saat ditanya tujuan, kata Anjas, banpol U itu mengatakan diminta mengecek jika ada sesuatu yang tertinggal.

Hal ini juga memunculkan dugaan Danu sengaja diframing di kasus ini karena seharusnya pekerjaan menguras bak mandi itu sudah selesai ketika olah TKP. 

Sebelumnya, melansir dari Tribun Jabar, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana menyebut, proses penyelidikan sudah mengarah kepada tersangka.

Dalam waktu dekat, kata Suntana, pihaknya akan menetapkan dalang pembunuhan tersebut sebagai tersangka.

Suntana menegaskan jika polisi tidak berhenti bekerja untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis ini.

Pasalnya, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini telah menjadi bulan-bulanan pihak kepolisian dan juga masyarakat.

Tentu, pengungkapan terkait tersangka dalam kasus ini sangat dinantikan banyak orang.

Untuk itu, Suntana meminta doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini dapat segera jelas dan dibuka ke publik.

"Sudah mengarah kepada tersangkanya."

"Mohon doanya kepada masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat Subang."

"Tapi saya ingin sampaikan komitmen bahwa pihak kepolisian tidak berhenti mengungkap kasus ini," jelas Suntana.

Kendati demikian, terkait dengan pengungkapan siapa dalang pembunuhan ini, polisi harus berhati-hati dalam menanganinya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kondisi Terkini Danu, Saksi Kasus Subang Curhat Dipandang Sebelah Mata, Kini Disebut Makin Bijak

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved