Berita Surabaya

NU dan Muhammadiyah Surabaya Setuju PPKM Dicabut Jelang Ramadhan

Hal itu, lanjut dia, ditopang dari kesadaran masyarat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang semakin tinggi.

surya.co.id/bobby kolloway
Suasana ibadah di salah satu masjid di Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jelang Ramadhan dicabut. Namun, tetap dengan komitmen bersama menjaga prokes.

"Saya setuju tidak ada aturan PPKM (jelang ramadhan)," kata Ketua Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri di Surabaya, Sabtu (5/3/2022).

"Namun, semua stakeholder (pemangku kepentingan) harus punya komitmen yang sama untuk menyikapi situasi pandemi dengan arif dan bijaksana," katanya.

Ia menjabarkan dua kepentingan yang perlu ditangani secara bersama.

Baca juga: Perkuat Sanitasi, Tujuh Kelurahan di Kota Malang Dapat Bantuan Dana Alokasi Khusus

Yakni, kepentingan kesehatan dan kepentingan pemulihan ekonomi dampak pandemi.

Terkait target kesehatan, ia optimistis Surabaya sudah cukup baik.

Mengingat, capaian vaksinasi yang ada di Kota Surabaya sudah melampaui target Nasional.

Hal itu, lanjut dia, ditopang dari kesadaran masyarat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang semakin tinggi.

"Juga sudah terbiasa menghadapai situasi seperti ini. Jadi sudah familiar apa yang harus dilaksanakan," ujarnya.

Sedangkan pemulihan ekonomi diperlukan menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Mengingat, kebutuhan pokok masyarakat meningkat.

Baca juga: Kota Batu Terapkan e-Parkir, Target Realisasi PAD dari Retribusi Parkir Rp 8,5 Miliar

"Kalau PPKM diterapkan, bisa meningkatkan inflasi. Daya beli masyarakat turun karena banyaknya pembatasan," katanya.

"Konsekuensinya harga naik, sebaliknya pendapatan akan turun. Jadi itu situasi tidak ideal," katanya.

Dalam hal beribadah saat Ramadhan, pihaknya optimistis masyarakat konsisten menjaga protokol kesehatan.

Misalnya, sejumlah masjid yang masih menerapkan sholat dengan berjarak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved