Surya Militer
SOSOK Lettu Bintang Dokter TNI yang Bantu Warga Melahirkan di Pedalaman Papua, Prosesnya Dramatis
Inilah sosok Lettu Bintang Karlien, dokter di TNI AD yang sigap bantu warga melahirkan di pedalam Papua saat tengah malam.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Inilah sosok Lettu Bintang Karlien, dokter di TNI AD yang sigap bantu warga melahirkan di pedalaman Papua saat tengah malam.
Lettu Bintang merupakan seorang dokter di Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali.
Ia bertugas di pos Kotis di Kampung Kalimaro, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke.
Aksinya baru-baru ini jadi sorotan karena dengan sigap membantu warga melahirkan meski waktu menunjukkan sudah hampir tengah malam.
Proses persalinan berjalan cukup dramatis karena hanya bercahayakan lampu senter.
Melansir dari rilis Dispenad, Tepat pada minggu dini hari pukul 01.10 WIT, tangis kebahagiaan bercampur menjadi satu, saat suara bayi mungil berjenis kelamin perempuan dilahirkan dengan normal oleh Linda (18 tahun).
Dengan penuh perjuangan, dokter Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali Lettu Ckm dr. Bintang Karlien Ass.Eng, bersama Bidan Puskemas Pembantu (Pustu) Bupul, membantu proses persalinan warga Kampung Kalimaro, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua.
Demikian disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri 123/Rajawali Letkol Inf Goklas Pirtahan Silaban dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Minggu (16/1/2022).
Dansatgas menuturkan kejadian tersebut bermula pada hari Sabtu (15/1/2022) pukul 22.00 WIT saat Bidan Pustu Bupul, Yuli (32) datang ke Pos Kotis dan meminta bantuan, bahwa ada warga kampung Kalimaro yang akan melahirkan.
"Mendapat kabar tersebut, saya memerintahkan dokter Satgas bersama personel kesehatan segera menuju ke rumah warga yang akan melahirkan untuk selanjutnya dilakukan penanganan.
Setelah menunggu beberapa jam, tepat pada pukul 01.10 WIT melalui proses yang dramatis dengan hanya bercahayakan senter, Bidan Yuli bersama dokter Satgas membantu persalinan Linda dengan normal dan lahirlah seorang anak berjenis kelamin perempuan dengan kondisi sehat serta memiliki berat 3,2 Kg dan panjang 48 Cm.
"Apa yang dilakukan prajurit TNI merupakan implementasi dari komitmen kami (Satgas) sejak awal penugasan, yakni melaksanakan tugas yang berorientasi pada kebermanfaatan diri bagi lingkungan.
Serta dapat bersinergi dengan semua instansi dalam membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat,” kata Dansatgas.
Sementara itu, Ny.Yosep (47) orang tua dari Linda yang melahirkan, mengucapkan terima kasih kepada Dokter Satgas Yonif 123/RW, telah membantu kelancaran proses persalinan cucunya.
"Puji Tuhan, cucu kami lahir dengan selamat, Bapak TNI dan Ibu bidan, sangat sigap dan sabar dalam proses lahirnya cucu kami, " pungkasnya.
Patungan Bantu Ibu Melahirkan

Sebelumnya, dua prajurit TNI AD anak buah Jenderal Andika Perkasa viral setelah patungan bantu ibu melahirkan tak punya uang bayar rumah sakit.
Ya, dua Prajurit Pembina Desa (Prabinsa) Kodim 1625 Ngada, Prada Il defonsus Lorenzo Radja dan Prada Reflianus Benediktus Raga membantu satu keluarga tak memiliki uang untuk biaya perawatan bayi yang baru saja dilahirkan.
Selain Lorenso dan Refli, Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim turut serta menyambangi Markas Besar Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Selasa (6/10/2020).
Kedatangan mereka diterima oleh GM Content Tribunnews Network Yulis Sulistyawan.
Dalam wawancara eksklusif itu, Lorenso dan Refli menceritakan awal mula aksi solidaritas yang mereka lakukan bersama 41 prajurit lain.
Terutama untuk urunan membantu satu keluarga yang tengah kesulitan, untuk membiayai perawatan seorang bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Bejawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pada saat itu, Selasa 22 September, saya bersama 41 orang sedang melaksanakan tes swab di Rumah Sakit Umum Daerah Bejawa.
Setelah melaksanakan tes swab, beberapa teman saya ada yang cari makan dan minum.
Kebetulan Lorenzo ada di belakang saya," tutur Refli kepada Tribun (7/10/2020).
Refli melihat ada mobil ambulance, yang berhenti tepat di depan ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Perawat terlihat tergesa-gesa.
Membawa seorang bayi dari ambulance tersebut ke dalam ruang UGD."Diikuti oleh seorang pria, yang ternyata ayah dari bayi tersebut," tutur Refli.
Sekira 30 menit kemudian, ayah dari bayi itu, ke luar dari ruang UGD. Mondar-mandir, seperti orang kebingungan.
Refli, secara spontan, menghampiri pria tersebut.
"Saya merasa penasaran, bapak ini kenapa. Saya dekati, saya tanya "Ada apa pak?".
Dia jawab, "Saya sedang butuh uang komandan,". Katanya untuk biaya perawatan anaknya yang dirawat," ujarnya.
Refli yang merasa empati dengan pria itu, langsung memanggil sejumlah temannya.
Ia menginisiasi agar rekan-rekannya mau urunan demi membantu ayah dari bayi yang tengah dirawat, dan mengalami sesak napas.
"Saya kemudian panggil teman saya, supaya urunan bantu bapak ini. Tidak sempat tanya juga punya BPJS atau tidak. Dia dari Manggarai kira-kira jaraknya 50 kilometer dari lokasi.
Saya bersama Henzo kumpulkan uang dari teman-teman yang 41 orang itu," kata dia.
Sementara Lorenzo atau akrab disapa Henzo, menuturkan, ia langsung mengkoordinasikan agar rekan-rekannya mau membantu ayah dari bayi itu dengan urunan.
"Saat itu ada yang lagi di warung, ada yang lagi ngopi, kalian punya uang berapa kasih dulu.
Akhirnya urunan, ada yang di kantongnya punya Rp 10 ribu, Rp 20 ribu. Akhirnya kita kumpulkan itu semua, yang terkumpul jumlahnya cukup besar," ujar Henzo.
Menurut Henzo, sejumlah rekannya yang berada di situ juga merasa kasihan. Akhirnya tergerak hatinya untuk membantu sesama.
"Uang yang kami pegang memang seadanya dan kami ikhlaskan untuk membantu," ucapnya.
"Waktu itu uang saya Rp 54 ribu. Ada yang pegang Rp 100 ribu. Jadi memang uang yang seadanya di kantong.
Terkumpul Rp 1.710.000. Waktu itu juga ada pelatih kami yang kami mintai," sambungnya.
Akhirnya Henzo menyerahkan uang yang terkumpul itu kepada ayah yang tengah mengalami kesulitan untuk membayar biaya perawatan.
"Dia sangat berterimakasih sekali. Akhirnya kesulitannya bisa terbantu," ucap Henzo.
Video yang merekam aksi Refli, Henzo, dan rekan-rekan lainnya melakukan iuran beredar viral di media sosial.
Video diunggah akun Twitter @kondekturbus_. Hari Rabu (7/10/2020), video itu disukai oleh 18.700 orang, di-retweet 6.800, dan dikomentari 669.
Refli dan Henzo sendiri tak menyangka aksi solidaritasnya akan viral.
Karena pada saat itu, mereka tak diperkenankan menggunakan ponsel genggam.
"Awalnya tidak tahu viral. Tahunya dari Dandim.
Setelah selang beberapa hari kemudian dipanggil Dandim. Panggil kami, "Ini video kalian yang menolong bayi, viral sekarang," kata Henzo.
"Saya juga kaget. Kita dipanggil ke kantor.
"Video kamu viral. Sampai diketahui Bapak Kasad (Jenderal Andika Perkasa)," sebenarnya tidak terpikir sampai situ.
Karena saya ikhlas membantu. Yang memviralkan orang lain karena saat itu tidak pegang handphone," tutur Refli.(*)